.

.
.
Tampilkan postingan dengan label Nyanyian Hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nyanyian Hati. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 November 2010

Cepat Sembuh Ya Nak....


Nak cepat sembuh ya, Mamah sama Papah nggak tega melihat dirimu selalu tidur-tiduran (baca : sakit). Hari ini sudah genap satu minggu kok kamu belum sembuhjuga ya. Papah dan Mamah sangat kangen banget sama tingkah nakal serta cerewetmu. Cepat sembuh ya Nak, nanti kalau udah sembuh seperti biasa kita jalan-jalan bareng Mbak Ciara. 

Lekas sembuh ya Nak, meskipun kamu tersenyum tapi rasanya hati ini menangis. Mamah kelihatan sedih banget dan stress, melihat dirimu seperti nggak semangat. Papah kangen sekali, karena sudah seminggu ini tidak ada yang membangunkan Papah setiap pukul tiga pagi. Papah sudah kangen ingin jalan-jalan lagi melihat kereta api sebelum ke sekolah. Papah juga sudah kangen nih nggak ada yang gangguin kalau pas papah membersihkan motor, membetulkan komputer bahkan sepeda kecilmu.  

Cepat sembuh ya Nak. Mamah dan Papah sangat berharap banget, semoga Kamu cepat sembuh. Ya Allah Ya Rabbi berilah Hambamu kekuatan Lahir dan Batin. Hanya Kepada-Mu Ya Allah Hamba berserah Diri. Ampuni semua dosa – dosa Hambamu ini. Berilah Keluarga, orang-orang yang kucintai Kesehatan dan Keselamatan di Dunia dan di Akhirat
Amin...Amin...Amin...

(Alhamdulillah.... Hari Rabu tanggal 03 Nopember lalu, Annakku sudah boleh pulang dari Rumah Sakit... Terima kasih Allah, terima kasih semuanya atas doa-doanya....)

Senin, 05 April 2010

Membayangi Bayang-Bayang










Bayang-bayang kentara lantaran kirana jua
Bayang-bayang pun tak usah dihalau,
karena begitulah adanya:
datang tanpa diundang, pergi tanpa dipinta

Bayang-bayang bukanlah mistar hasrat,
melainkan antara ada tiada:
dekat tapi tak tergapai.
.

Rabu, 31 Maret 2010

AKU MILIKMU


Kupikir kau sudah...
Melupakan aku
Ternyata hatimu...
Masih membara untukku

Waktu kan berlalu...
Tapi tidak cintaku
Ia mau menunggu...
Untukmu... untukmu...

Aku milikmu malam ini
Kan memelukmu sampai pagi
Tapi bila nanti kupergi
Tunggu aku di sini

By : Iwan Fals
.

Kamis, 11 Maret 2010

YANG TERDALAM




Kulepas semua yang ku inginkan
Tak akan ku ulangi
Maafkan jika kau kusayangi
Dan bila kumenanti

Pernahkah engkau coba mengerti
Lihatlah ku di sini
Mungkinkah jika aku bermimpi
Salahkah tuk menanti

Takkan lelah aku menanti
Takkan hilang cintaku ini
Hingga saat kau tak kembali
Kan kukenang di hati saja

Kau telah tinggalkan
Hati yang terdalam
Hingga tiada cinta
Yang tersisa di jiwa

(Yang Terdalam - Iwan Fals feat Peterpan) 
 

Rabu, 17 Februari 2010

Ayo Berbenah


Anganku sesaat melayang kembali ke masa kanak-kanak. Teringat saat aku kecil dulu, tiap kali hari ulang tahun, aku ingin seluruh keluargaku meningatnya agar dapat merayakannya, minimal memberi ucapan selamat. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya perlahan-lahan aku sudah melupakan ritual itu. Tanggal ulang tahunku pun tidak lagi menjadi hal yang istimewa.

Kini apa yang aku lakukan saat usiaku bertambah? Aku berusaha mensyukuri hidup yang diberikan Tuhan dengan segala suka dukanya. Meski hidupku kadang terasa biasa saja, tapi aku sadar bahwa di luar sana masih banyak orang yang hidupnya tidak sama beruntungnya denganku. Seorang kawan pernah mengeluh dan bilang :

“Saya suda bekerja setiap hari, tapi kok tetap begini aja.. kapan kayanya ya …??”.

Wajarkah keluhan itu? Bagi sebagian orang dengan banyak keterbatasan mungkin lumrah tapi rasanya keluhan itu tidak cukup pantas untuk dia ucapkan. Temanku ini boleh dikatakan sukses dalam karirnya, di usianya yang masih boleh dibilang muda, ia sudah mampu memiliki keinginannya, kemana-mana tentengannya selalu blackberry & barang yang tak pernah ketinggalan jaman. Dan yang terpenting adalah keluarganya yang sangat menyayangi dia.. Lalu? Aku iseng jawab keluhannya dengan begini :


”Nggak boleh ngomong gitu ah. Kamu mungkin merasa kurang tapi tahu nggak ada orang lain yang ngelihat, kalau kamu adalah orang yang sangat beruntung. Wiuh, dia itu hebat ya punya Blackberry, uangnya banyak. Bersyukur deh..”.

Temanku hanya cengengesan mendengar jawabanku, mungkin tidak cukup memuaskan. Hmm, tapi di kala lain aku juga tidak sebijak yang aku omongkan seperti di atas. Aku juga pengeluh. Paling sering adalah keluhan :

”Ah, kok pengeluaran banyak sih padahal pemasukkan nggak nambah-nambah”. Aku utarakan hal itu pada sahabat dan seperti biasa dengan gayanyaya dia selalu menjawab pertanyaan picisan saya.

” Namanya orang, sebesar apapun pemasukkannya pasti nggak akan pernah cukup kalau dia selalu menuntut lebih. Dulu cukup naik sepeda sekarang pingin naik motor, sekarang naik motor ingin naik mobil, sekarang punya rumah mungil, ingin rumah besar tingkat, dulu baju nggak ketinggalan jaman cukup sekarang tuntutannya brand minded. Kalau gaya hidupnya terus lihat ke atas ya nggak akan cukup.”

”Hmmm… (aku agak diam tapi sebenarnya masih mikir mau mungkir..he..he..)”

“Nah yang bijak adalah kalau kita diberi kelebihan oleh Tuhan, kita bisa bersikap
sewajarnya. Tidak berlebihan tapi juga nggak pelit-pelit amat. Sesuaikan dengan kemampuan. Jangan latah ikut trend..”

Saya pikir betul juga omongan kawanku ini. Lagi-lagi aku lupa bersyukur. Masih berbicara dengan bertambahnya umur.. ya itu tadi, rupanya masih banyak kekurangan yang ada di diri ini salah satunya adalah kurang bersyukur. Ya, bukankah Tuhan sudah begitu baik kepadaku. Aku telah banyak diberi anugerah, keluarga yang selalu mendukungku, sahabat-sahabat yang baik hati dan selalu menghibur, rezeki yang diterima, kesehatan, semuanya yang tak bisa aku sebutkan satu persatu.

Maka Tuhan pasti akan marah dan kecewa jika aku tidak membuat itu semua menjadi jauh lebih baik. Aku harus berbenah sekarang mulai sekarang. Ada satu hal lagi yang aku sangat cintai dan itu adalah salah satu pemberian Tuhan yang paling berharga. Aku diberkahi dengan sifat humoris, aku bisa menertawakan kesalahanku agar dapat segera memperbaikinya di lain waktu. Tak ada dalam kamus untuk bersedih waktu yang lama. Maka aku memandang hidup ini indah.., indah sekali, seperti semburat oranye yang mengintip di sela-sela awan ketika senja.. Ayo berbenah.., berbenahlah mulai dari sekarang...

Kamis, 04 Februari 2010

Merindu Ismarilianti


DI PUNCAK SANA
oleh : Dedew





















Di mana angin berhembus tanpa penghalang
Manik mata sejauh pandang adalah kebebasan
Di situlah teman,
Citamu terpaut memanggil-manggilmu
Ya, ingin kau rasakan kebesaran-Nya
Itu ikrarmu suatu ketika kala kita duduk-duduk
menatap Merapi tua kokoh di sana
Hingga suatu masa
Kau jejakkan langkah di puncak keagungan
Kau titi kekokohan ciptaan Allah itu dengan seribu gumam syukur

Hingga tiba saatnya
Kau mesti melepas nafas di ketinggian itu
Tersungging senyum tersisa di antara cita-cita yang tergapai
Hela nafasmu lega
T'lah kau capai puncak gunung ini
Kau hayati kebesaran-Nya
Dan pergi membawa segenggam senyuman...


(Merindu Ismarilianti, 20 Juni 1980 – 15 Pebruari 2001)

Rabu, 20 Januari 2010

Kenangan Itu





Kupakai cakrawala untuk menggambar sore itu
Lalu kubingkai dengan segi empat persegi
Meski telah habis warna cakrawala untuk melukis
Tetap saja tak mampu tuk ungkapkan kelamnya hati

Tak cukup kuberlabuh di tepi kenangan
Kusapa hembus angin yang melintas
Dan kulambai pada dedaunan yang bergoyang
Namun hanya ada warna merah jingga yang kian merona jiwa

Hingga gelap bermain dengan bintang
Dan bulan pun tersenyum di kejauhan
Masih saja kuberusaha melukis senja itu
Tetapi tetap saja tak mampu tuk ungkapkan kelam hati

Senin, 18 Januari 2010

Semua Ada Batas Waktunya






lentera ini tak'kan bisa selamanya berpijar
perlahan minyaknya akan habis juga
namun mengapa engkau belum juga mendekat
sementara lentera yang kupegang semakin redup
saat lentera ini padam
tak'kan ada lagi cahaya
yang bisa buatku terangi hatimu
melihat basah air matamu
mengertilah....
semua itu pasti ada waktunya
...
segeralah mendekat...
sebelum cahaya itu padam