.

.
.

Sabtu, 07 Agustus 2010

Sampaikan Meski Hanya Satu Ayat.




Marhaban Ya Ramadhan

" Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa " (QS 2:183).

Beberapa hari lagi kita akan kedatangan tamu agung yaitu bulan Ramadhan. Kedatangan Ramadhan ini  harus kita sambut dengan penuh kegembiraan. Karena insya Allah, kesempatan menikmati indahnya ibadah Ramadhan kembali kita peroleh. Sebagai wujud dari rasa gembira itulah, Ramadhan tahun ini tidak boleh kita lewatkan begitu saja tanpa aktivitas yang dapat meningkatkan ketaqwaan diri, keluarga dan masyarakat kita kepada Allah SWT.

Ramadhan yang penuh berkah harus kita jadikan sebagai momentum untuk menyelamatkan masyarakat dengan melakukan taqarrub ilallah (mendekatkan diri kepada Allah), baik dengan taubat, munajat dan menjalankan sejumlah peribadatan dengan khidmat yakni memberikan pelayanan yang terbaik kepada
siapa saja agar kehidupan kita betul-betul dapat dirasakan manfaatnya bagi orang lain.

Ihya Ramadhan atau menghidupkan Ramadhan
harus dihiasi dengan berbagai aktivitas yang dapat mendekatkan diri kepada Allah. Bulan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan ini hendaknya diisi dengan memperbanyak ibadah kepada Allah SWT, memperpanjang ruku, sujud, shalat tarawih, bermunajat kepada Allah, memperbanyak sholat nawafil, senantiasa berzikir, tilawah dan tadabbur Al-Qur'an.

Disamping itu aktivitas Ramadhan juga harus dapat memperkokoh hubungan dengan sesama, seperti memberikan zakat, infaq dan shodaqoh, ifthor (buka puasa bersama), menjauhkan diri dari perbuatan laghwu (sia-sia) dan lain-lain.

Dalam Ramadhan ini
marilah kita bertekad akan menyelami rahasia kehidupan, dari mana kita berasal, di mana kita sekarang dan hendak kemana kita kembali? Sehingga kita akan menghayati bahwa dunia ini adalah tempat berusaha untuk mematuhi perintah Allah dan akhirat adalah untuk menerima balasan dari-Nya.

Pada bulan Ramadhan ini, kita akan berusaha untuk mendapatkan rahmat dan ampunan Allah, karena sesungguhnya celakalah bagi orang-orang yang tidak mendapatkan rahmat Allah pada bulan yang penuh dengan rahmat ini.
Ayo carilah rahmat Allah dengan mengajak diri kita dan orang lain berbuat kebajikan. Bagaimana caranya….? Bertindaklah sesuai ajaran Al Qur’an, atau sampaikanlah meski satu ayat lewat lisan atau tulisan. Oh ya… tunggu serie Ramadhan berikutnya ya….

Selamat datang Wahai Ramadhan, bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, bulan yang menghapuskan dosa dan mengabulkan doa bagi orang-orang yang bersungguh-sungguh beribadah di dalamnya.

“…..menuju Mubarok... semangat berbagi pesan kebaikan… sampaikan walau satu ayat… Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari. (QS 76: 26)


Ya Rabb... jadikan pesan kebaikan ini sebagai pengingat bagi diriku dan kami semua... Hamba bukanlah makhluk yang sempurna... maka, ampunilah dosa hamba... 

(Ramadhan Session I - Sampaikan Meski Hanya Satu Ayat Diposting juga di Blog-nya Yoyok ,   Facebook KUMAN AIDS dan Outlook Pertamina EP Region Jawa)

Senin, 19 Juli 2010

Belajar Untuk Masa Depan



" Anak Indonesia Belajar Untuk Masa Depan -  Kami Anak Indonesia, Jujur, Berakhlak Mulia, Sehat, Cerdas dan Berprestasi "
Setiap tanggal 23 Juli, bangsa Indonesia merayakan Hari Anak Nasional. Lalu sudahkah anak-anak kita memiliki cita-cita untuk masa depannya? Orang kerap memberi beasiswa, bantuan sandang dan pangan, namun mereka melupakan satu hal yang paling penting, yaitu membangkitkan cita-cita mereka.

Dengan memiliki cita-cita, seperti ingin jadi astronot, dokter, insinyur, guru, politikus, pedagang, penyanyi, jurnalis, penulis atau seniman, setiap anak Indonesia tanpa peduli miskin atau kaya, pasti akan berusaha sekuat tenaga mewujudkannya. Dengan cita-cita itu, mereka tak lagi berfilosofi bahwa mencari uang lebih baik daripada bersekolah. Mengamen atau mengemis lebih bermanfaat daripada di dalam kelas.


Ingin ikut membangkitkan cita-cita anak Indonesia? Cobalah berbagi ide, opini dan pengalaman Anda sebagai pemilik suatu profesi yang membanggakan bagi Anda sendiri. Berbagilah ilmu dan pengalaman Anda dengan anak-anak agar anak-anak termotivisasi untuk mewujudkan cita-citanya, sesuai dengan tema sentral yang diusung dalam Peringatan HAN 2010 adalah "Anak Indonesia Belajar Untuk Masa Depan", dengan Sub Tema: "Kami Anak Indonesia, Jujur, Berakhlak Mulia, Sehat, Cerdas dan Berprestasi".
Selamat Hari Anak Nasional!

Senin, 12 Juli 2010

"Spanyol" vs "Belanda"

Dalam kehidupan sehari-hari, sudah bukan rahasia lagi, sebagian pelaku bisnis terbiasa dengan praktek ‘Spanyol’ . Sementara sebagian birokrat terbiasa dengan praktik ‘Belanda'.

Akhirnya selesai juga pagelaran pesta sepak bola sejagat ini. Ada yang unik dalam perhelatan sepak bola kali ini, hampir setiap hari ada saja sms, email atau pesan yang masuk sekedar menanyakan siapa pemenang pertandingan nanti malam. Walau mudah saja bagiku untuk menebak (ya iyalah kalau tidak Tim A pasti Tim B), namun instingku tak setokcer Paul si Gurita yang pandai menebak hasil pertandingan.

Beberapa hari sebelum partai final yang mempertemukan Spanyol dan Belanda, satu pesan masuk di dinding facebook dari seorang kawan lama dengan account Bismillah doeloe kurang lebih bunyinya begini Spanyol – Belanda pegang mana? Entah mengapa saat membaca pesannya, pikiranku tak langsung ke sepak bola, tetapi ke masa dulu saat kami masih sering bersama. Pesan Spanyol – Belanda itu lebih aku baca sebagai “Spanyol” – “Belanda” (pakai tanda kutip).

Kok pakai tanda kutip sih? Ya, karena Spanyol dan Belanda di sini adalah istilah nyeleneh mereka. Spanyol bagi mereka adalah singkatan dari SePAro NYOLong, sedangkan Belanda adalah BELANja mengaDA-ada. Dalam kehidupan sehari-hari, bukan rahasia lagi, sebagian pelaku bisnis terbiasa dengan praktik ‘Spanyol’ alias ‘Separo Nyolong’, katanya sih, demi efisiensi. Sementara sebagian birokrat terbiasa dengan praktik ‘Belanda’ alias ‘Belanja Mengada-Ada’ yang tidak ada.

Kembali ke final sepak bola antara Spanyol dan Belanda, biasanya kalau pertandingan begini pasti kawan-kawan akan mengajak nonton bareng. Kalau nonton bareng rasanya kurang nikmat kalau nggak sambil makan-makan. Biasanya sih acara begini sambil bakar ayam, maklum ada kawan yang punya kakak ipar seorang peternak ayam. Ayamnya pun special ayam spanyol. Tadinya aku pikir memang ada ayam ras spanyol, ndak tahunya ayam "separo nyolong".. ha..ha..ha..

Rabu, 07 Juli 2010

ESQ

“Manusia cenderung memusuhi sesuatu yang dia tidak fahami atau jahil terhadapnya.”(Sayyidina Ali Bin Abi Talib)


Dinilai banyak yang bertentangan dengan ajaran agama Islam, Emotional and Spiritual Qoutient (ESQ) difatwa sesat. Sebuah fatwa dari Mufti wilayah persekutuan Malaysia telah menimbulkan kehebohan di Indonesia

Berpusat di menara 165 Jalan TB Simatupang Jakarta Selatan, ESQ yang digarap oleh Ary Ginanjar Agustian, telah berhasil men-training puluhan ribu orang dengan konsep keseimbangan antara Emosi, Spiritual dan Intelektual.

ESQ adalah pelatihan sumber daya manusia yang bertujuan untuk membentuk nilai moral dan karakter manusia, melalui penggabungan tiga potensi yang ada di manusia yaitu kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual.

Saat ketiga potensi manusia tersebut terpisah serta tidak didayagunakan dengan baik dan maksimal, maka manusia akan mengalami krisis moral dan split personality. Dan lebih buruk lagi manusia yang tidak dapat mendayagunakan ketiga potensi itu akan kehilangan makna hidup serta jati dirinya, begitu kutipan yang menjelaskan apa itu ESQ secara singkat.

Namun bagi mufti Malaysia ajaran yang dipopulerkan oleh Ary Ginanjar ini adalah ajaran sesat dan harus dihindari. Melalui kajian, akhirnya mereka memutuskan bahwa ajaran ESQ yang mengusung ide Tujuh Budi Utama dan bercita-cita akan menuju Indonesia Emas pada tahun 2020 ini, difatwakan sesat berdasarkan sebuah fatwa tertanggal 10 Juni 2010.

Dalam fatwanya Mufti wilayah persekutuan Malaysia menjelaskan alasan kesesatan ESQ Ary Ginanjar, berikut ringkasan fatwanya:
  • ESQ mendukung paham liberalisme yang menafsirkan nash-nash agama (al-quran dan sunnah) secara bebas.
  • ESQ menuduh para Nabi mencapai kebenaran melalui pengalaman dan pencarian, dan ini bertentangan dengan aqidah Islam tentang Nabi dan Rasul.
  • ESQ mencampuradukkan ajaran spritual bukan Islam dengan ajaran spiritual Islam.
  • ESQ menekankan konsep ‘suara hati’ sebagai rujukan utama dalam menentukan baik atau buruknya sebuah perbuatan.
  • ESQ menjadikan logika sebagai sumber rujukan utama.
  • ESQ mengingkari mukjizat karena dianggap tidak dapat diterima akal.
  • ESQ menyamakan bacaan Al-fatiha sebanyak 17 kali dalam shalat dengan ajaran Bushido Jepang yang berlatar belakang ajaran Buddha.
  • ESQ menafsirkan kalimat syahadat dengan "triple one".
Demikian ringkasan fatwa Mufti wilayah persekutuan Malaysia yang ditandatangani oleh Datuk Hj. Wan Zahidi bin Wan Teh yang merupakan mufti resmi wilayah persekutuan Malaysia. Untuk mengunduh / download fatwa lengkapnya bisa diklik disini.

Membaca fatwa di atas, aku selaku alumni ESQ Peduli Lingkungan 1 Cirebon, tentunya sangat kecewa. Karena setelah mengikuti training ESQ banyak hal positif yang didapat, di antaranya aku bisa mengetahui siapa diri kita sebenarnya. ESQ bukan sebuah aliran agama, melainkan sebuah metode pelatihan yang menggabungkan antara nash-nash Alquran dengan perkembangan teknologi modern. Menurut aku inti dari pelatihan ESQ ini adalah mengasah diri kita untuk merasakan kecintaan kepada Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW melalui THE ESQ WAY 165 (Satu Allah SWT yang berdasarakan enam Rukun Imam dan lima Rukun Islam).

Sayyidina Ali Bin Abi Talib pernah berkata, “Manusia cenderung memusuhi sesuatu yang dia tidak fahami atau jahil terhadapnya.” Hati-hati dalam menuduh sesama Muslim itu kafir atau sesat, jika tidak benar tuduhan itu maka akan berbalik kepada yang menuduh. Yang pasti ada kalimat bijak "Man lam yadzuq lam ya'rif." Siapa yang tidak bisa merasakan tentu tidak tahu, tahu hanya berdasarkan prasangka ….. untuk bisa memberi fatwa benar atau salah, sesat atau tidak sesat sebaiknya rasakan dulu karena ini mengarah kepada nilai tauhid.

Sabtu, 19 Juni 2010

Menambah Pahala di Antara Piala Dunia

 
Hampir di semua tempat Piala Dunia sedang ramai dibicarakan. Tentu tak aneh jika hal semacam itu pun menjangkiti kita, terutama kaum pria. Apalagi di Indonesia semua pertandingan Piala Dunia ditayangkan secara live, dari yang sore hari, malam hari bahkan ada yang sekitar pukul satu dini hari. Benar tidak?

Untuk pertandingan sore dan malam hari, rasanya tak ada masalah, lagi pula rentang waktu pertandingan pertama dan kedua tak jauh beda. Tapi untuk pertandingan dini hari, oh, oh, selarut itu, tentu untuk menontonnya kita tentu terlebih dahulu mempersiapkan diri : entah tidur dulu dengan menset jam beker agar berbunyi pada waktunya, atau sekalian begadang sambil minum kopi atau teh bersama teman-teman.

Tak ada yang salah dengan apa yang kita lakukan dan sesuatu yang wajar sekali. Tapi, bukan berarti di sini tak ada kesempatan untuk kita menjadi lebih baik, disamping menunggu kick off dimulai.

Coba deh, gunakan kesempatan bangun malam ini untuk mencoba mau shalat meski hanya dua rakaat. Tak sampai lima menit kok, dan begitu pendek dibandingkan duduk dua jam untuk menonton pertandingan bola! Ayolah, setidaknya, selain malam-malam kita bertambah pahala karena shalat, kita juga tambah segar dan sehat setelah membasuh muka berwudlu dan shalat dua atau empat rakaat. Plus lagi, kita pun mendapat jatah doa terkabul, seperti janji Rasul untuk hamba-Nya yang mau tahajjud. Doa sebanyak mungkin, terserah kita! Bahkan kita juga bisa berdoa agar negara peserta yang kita dukung bisa juara piala dunia, hehehe.

Coba bayangkan, jika tiap malam selama piala dunia berlangsung kita rutin shalat tahajjud, meski dua rakaat saja, kemudian satu bulan kita tetap laksanakan shalat tahajjud, lalu setelah itu masuk Ramadlan, kita pun lagi-lagi meneruskan kebiasaan tahajjud kita saat sahur, memungkinkan sekali kan, kita bisa kontinyu melakukan tahajjud dibulan-bulan selanjutnya setelah hari raya, tanpa menunggu siaran pertandingan sepak bola?

Ya, gunakan kesempatan kita sebaik mungkin di sela kegemaran kita, untuk mencapai ridla Tuhan!

Kira-kira nanti malam yang menang mana yaaaaa he..he..he..

Inspirasi : Asheeq Mustafa


Senin, 14 Juni 2010

Sudah Luna... Maya Pula...


“Video mesum seperti yang mirip Ariel-Luna-Cut Tari ini membawa dampak luas, membuat dosa kolektif bagi banyak orang.”
Semua pasti tahu, selain World Cup 2010 atau Piala Dunia yang diselenggarakan di Afrika Selatan, topik yang sedang ramai-ramainya dibahas sekarang adalah gosip video porno yang dinisbatkan ke beberapa artis terkenal. Terlepas dari benar tidaknya kabar itu, sebenarnya secara tak sadar kita yang ikut-ikutan membahas dan meributkan hal itu, telah terlibat dan tercebur dalam satu kesalahan besar yaitu kita terlibat membicarakan aib orang lain (ghibah).  

Ghibah adalah suatu perbuatan yang masuk kategori dosa besar, yang oleh Nabi dideskripsikan layaknya memakan bangkai. Malah oleh Al-Qur'an, pelaku ghibah disamakan dengan kanibal. Itu juga jika memang kabar itu benar, jika salah, maka masuk kategori "Buhtan" yang tak bisa digambarkan lagi kayak apa besar dosanya. Malah, Jika kita melihat dari perspektif yurispridensi Islam, salah-salah yang kita lakukan ini, bisa masuk hukum Qodhf (menuduh orang berbuat zina). Lho kok bisa? Kan di videonya emang dia sama dia kok.

Oke, silakan membela diri, dan itu hak kita. Namun, apakah ada pihak yang bisa menghadirkan empat saksi yang memastikan bahwa pelaku adegan tak patut itu adalah mereka yang bersangkutan? Sebab menuduh seseorang melakukan zina tanpa ada saksi minimal 4 orang, adalah masuk kategori qodhf, begitu pula yang ikut-ikutan membahasnya, dosanya juga ikut kebagian.

Kan ada rekamannya? Dalam hukum Islam, rekaman tak bisa digunakan sebagai bukti. Sebab bisa direkayasa, dan dalam teknologi ini bukan hal yang mustahil, meski para ahlinya menyatakan itu memang mereka.

Catatan sederhana sebelum melanjutkan topik.  Apabila ada orang kepergok gituan, yang mempergoki hanya tiga orang saja, itu tak cukup untuk menyeretnya ke hukuman zina, apalagi jika ini tak ada saksi sama sekali? Lha mereka kan diam saja, berarti mengakui. Tak selamanya kaidah "assukut yadullu alal muwafaqoh" atau diam pertanda setuju, adalah selalu bisa digunakan.  Kaidah ini seperti kaidah-kaidah fiqih lainnya, melihat situasi dan juga kondisional.

Ini jika kita bicara hukum dalam Fiqh. Jika memang benar mereka, itu urusan dia dengan Allah Ta'ala. Sebab yang dia langgar, adalah hak IIlahi, bukan hak adami. Kita tak ada hak ikut-ikutan mencelanya. Bukankah Nabi telah mengarahkan kita untuk tidak mencela saudara muslim sendiri yang sedang diuji tercebur dosa? Bahkan beliau memberikan ancaman, kalau sampai mengoloknya, maka pengolok itu tak akan mati kecuali melakukan hal yang sama! Na'udzu billah. Dan jika kabar itu bohong, alangkah lebih besar lagi dosa kita? Sementara menuduh orang melakukan zina, dan dia tidak melakukannya adalah termasuk satu dari tujuh dosa besar yang menghancurkan semua amal pelakunya.

Kan ini ‘ga ngegosip, tapi menjadikannya ibroh, pelajaran?

Apa? Ibroh, tapi sambil mencibir? Jangan termakan taktik langkah tipuan syetan. Kriteria menjadikan sebuah cerita sebagai ibroh adalah dengan menetralkan hati tak ada perasaan apapun. Sementara kebanyakan kita, masih mudah termakan hal-hal yang memang enak digunjingkan itu. Catatan ini sekali lagi tidak membela artis. Seorang artis, apapun keadaan mereka, semua sudah pada tahu kayak apa dunia mereka, tak perlu dirahasiakan. Artis wa maa adrooka maa artis. Tetapi ada baiknya kita tak usah melibatkan diri ikut-ikutan membahas hal seperti ini.

Tak mengherankan bila beberapa waktu lalu Ulama kita sempat ada yang memfatwakan infotainment haram, ya sebab hal seperti ini. Mereka menginginkan keselamatan kita, sebab kita kerap tak sadar kalau kita sering melakukan dosa besar. Bencana dan krisis yang terus menerus menimpa bangsa ini adalah salah satunya sebab banyaknya dosa besar yang dilakukan, tetapi pelakunya tak sadar kalau dia melakukan !

Dalam deskripsi hadits yang lain, Nabi S.a.w menjelaskan, bahwa di antara bagusnya keislaman seseorang, adalah dengan meninggalkan hal yang tak jadi urusan dia. Apakah berita artis yang sedang tertimpa musibah itu begitu urgennya bagi kita? Sehingga kita ikut-ikutan membahas?