"Saat mati lampu, orang bodoh akan memaki-maki. Namun, orang bijak akan menyalakan lilin." N.N
Awalnya banyak yang akan
aku tulis di sini. Tentang sederet catatan dari pengalaman yang pernah aku alami
ketika berurusan dengan PLN. Tetapi takdir menentukan lain. Berawal dari
kejadian padamnya listrik di rumah, aku baru tahu kalau PLN kini sudah berubah.
Semula birokrasinya berbelit-belit kini menjadi lebih sederhana. Dulu setiap
melakukan pengaduan "dilempar" kesana
kemari, kini semua pengaduan tuntas tanpa tatap. PLN juga melakukan terobosan baru, dimana calon pelanggan dapat melakukan pendaftaran pasang baru, tambah daya, ataupun pengaduan gangguan tanpa harus ke kantor PLN. Cukup dengan menghubungi Call Center 123 maka semua masalah tuntas tanpa tatap. Yang juga patut diacungi jempol adalah adanya himbauan kepada masyarakat untuk tidak memberikan tips pada petugas di lapangan. Hal ini diharapkan agar dapat menghindari terjadinya praktek-praktek pencaloan.
Semua ini tentu disambut baik oleh masyarakat, meskipun masih ada cibiran dari
segelintir masyarakat. Hal ini disebabkan karena image PLN yang dulu identik
dengan banyaknya praktek korupsi, kolusi, nepotisme dan terutama
praktek pencaloan liar yang masih melekat dibenak masyarakat. Dan ini
menjadi tugas besar bagi manajemen PLN untuk pembersihan citra dan membuktikan bahwa PLN kini adalah PLN yang
bersih.![]() |
| gambar : re-energy.ca |
Berdasarkan data Departemen Energi dan Sumber Daya Alam Republik Indonesia,
kapasitas terpasang pembangkit listrik di Indonesia saat ini adalah sebesar
29.705 MW dengan sumber energi primer untuk pembangkit tenaga listrik berupa
batubara sebesar 48,8%, gas (17,0%), BBM (11,4%), Panas Bumi (6,1%), Hidro
(9,1%), dan lainnya seperti biofuel, batubara hybrid sebesar 7%. Ini menunjukkan PLN masih sangat tergantung pada sumber energy berbahan
fosil.







