.

.
.
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2016

Pelajaran Cinta Rasul


Suatu hari Rosulullah SAW sedang duduk bersama dengan para sahabat, kemudian beliau bertanya kepada para sahabat satu persatu tentang satu hal. Apa itu pertanyaannya ? Pertanyaannya adalah tentang CINTA yang dimulai dengan menanyakan kepada sayyidina Abu bakar ashiddiiq RA.’

“Apakah yang kamu cintai dari dunia ini ?” tanya Rasulullah SAW yang kemudian dijawab sayyiina Abu Bakar dengan “aku mencintai 3 hal dari dunia ini, yakni duduk bersamamu, memandang wajahmu dan menginfaqkan hartaku karenamu.

Kemudian pertanyaan yang sama diajukan Rosulullah SAW kepada sayyidina Umar bin Khottob RA, sayyidina Utsman bin Affan RA serta sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. “Aku mencintai 3hal dari dunia ini, yakni menyuruh dalam hal kebaikan sekalipun dalam keadaan rahasia, Mencegah kemungkaran sekalipun dalam keadaan terang terangan dan Ucapan yang haq sekalipun pahit,” jawab sayyidina Umar bin Khottob RA.

“Tiga hal yang aku cintai dari dunia ini, yakni Memberikan makanan, menyebarkan salam dan shalat di malam hari dimana manusia terlelap dalam tidurnya,” jawab sayyidina Utsman bin Affan RA.

“Tiga hal yang aku cinta dari dunia ini, yakni Memuliakan tamu, puasa pada waktu musim panas dan memukul musuh dengan pedang,” jawab sayyidina Ali bin Abi Thalib RA.

Selanjutnya Rosulullah SAW bertanya kepada para sahabat lainnya salah satunya adalah kepada Abu dzar alghifari dengan pertanyaan yang sama.

“Tiga hal yang aku cintai dari dunia ini, yakni Lapar, Sakit dan Kematian,” jawab Abu dzar alghifari yang langsung ditanyakan kembali oleh Rosulullah SAW.

“Kenapa kamu mencintai hal itu ?” tanya Rosulullah SAW.

“Aku cinta lapar supaya hatiku menjadi lembut, Aku cinta sakit agar dosa dosaku jadi ringan karena terhapuskan olehnya dan aku cinta kematian agar aku dapat bertemu dengan Tuhanku Allah subhanahu wata'ala,” jawab Abu dzar lebih lanjut.

Kemudian Rosulullah SAW berkata, “Tiga hal yang aku cintai dari dunia kalian , yakni Wewangian, Perempuan dan Dijadikannya Sholat sebagai kesenangan dan kegemaranku,”

Tidak lama setelah itu turunlah malaikat jibril seraya mengucapkan salam dan berkata, “Tiga hal yang aku cinta dari dunia kalian, yakni Menyampaikan risalah, Menyampaikan amanah dan mencintai orang orang miskin.”

Lalu naiklah malaikat Jibril a.s ke langit dan kemudian turun kembali seraya berkata kepada Rosululah SAW.

“Allah mengucapkan salam untuk kamu semua dan berkata,”sesungguhnya ada 3hal yang Allah cintai dari dunia kalian yakni lisan yang selalu berdzikir, hati yang selalu khusyu' dan jasad yang selalu sabar akan musibah.”

Suatu hari Rosulullah SAW sedang duduk bersama dengan para sahabat, kemudian beliau bertanya kepada para sahabat satu persatu tentang satu hal. Apa itu pertanyaannya ? Pertanyaannya adalah tentang CINTA yang dimulai dengan menanyakan kepada sayyidina Abu bakar ashiddiiq RA.’ “Apakah yg kamu cintai dari dunia ini ?” tanya Rasulullah SAW yang kemudian dijawab sayyiina Abu Bakar dengan “aku mencintai 3 hal dari dunia ini, yakni duduk bersamamu, memandang wajahmu dan menginfaq kan hartaku karenamu. Kemudian pertanyaan yang sama diajukan Rosulullah SAW kepada sayyidina Umar bin Khottob RA, sayyidina Utsman bin Affan RA serta sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. “Aku mencintai 3hal dari dunia ini, yakni menyuruh dalam hal kebaikan sekalipun dalam keadaan rahasia, Mencegah kemungkaran sekalipun dalam keadaan terang terangan dan Ucapan yang haq sekalipun pahit,” jawab sayyidina Umar bin Khottob RA. “3 hal yang aku cintai dari dunia ini, yakni Memberikan makanan, menyebarkan salam dan shalat di malam hari dimana manusia terlelap dalam tidurnya,” jawab sayyidina Utsman bin Affan RA. “tiga hal yang aku cinta dari dunia ini, yakni Memuliakan tamu, puasa pada waktu musim panas dan memukul musuh dengan pedang,” jawab sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. Selanjutnya Rosulullah SAW bertanya kepada para sahabat lainnya salah satunya adalah kepada Abu dzar alghifari dengan pertanyaan yang sama. “tiga hal yang aku cintai dari dunia ini, yakni Lapar, Sakit dan Kematian,” jawab Abu dzar alghifari yang langsung ditanyakan kembali oleh Rosulullah SAW. “Kenapa kamu mencintai hal itu ?” tanya Rosulullah SAW. “Aku cinta lapar supaya hatiku menjadi lembut, Aku cinta sakit agar dosa dosaku jadi ringan karena terhapuskan olehnya dan aku cinta kematian agar aku dapat bertemu dengan Tuhanku Allah subhanahu wata'ala,” jawab Abu dzar lebih lanjut. Kemudian Rosulullah SAW berkata, “tiga hal yang aku cintai dari dunia kalian , yakni Wewangian, Perempuan dan Dijadikannya Sholat sebagai kesenangan dan kegemaranku,” Tidak lama setelah itu turunlah malaikat jibril seraya mengucapkan salam dan berkata, “3 hal yang aku cinta dari dunia kalian, yakni Menyampaikan risalah, Menyampaikan amanah dan mencintai orang orang miskin.” Lalu naiklah malaikat Jibril a.s ke langit dan kemudian turun kembali seraya berkata kepada Rosululah SAW. “Allah mengucapkan salam untuk kamu semua dan berkata,”sesungguhnya ada 3hal yang Allah cintai dari dunia kalian yakni lisan yang selalu berdzikir, hati yang selalu khusyu' dan jasad yang selalu sabar akan musibah.”

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/wefi/pelajaran-cinta-rasulullah-saw_57886133c022bd7a063e2ae9
Suatu hari Rosulullah SAW sedang duduk bersama dengan para sahabat, kemudian beliau bertanya kepada para sahabat satu persatu tentang satu hal. Apa itu pertanyaannya ? Pertanyaannya adalah tentang CINTA yang dimulai dengan menanyakan kepada sayyidina Abu bakar ashiddiiq RA.’ “Apakah yg kamu cintai dari dunia ini ?” tanya Rasulullah SAW yang kemudian dijawab sayyiina Abu Bakar dengan “aku mencintai 3 hal dari dunia ini, yakni duduk bersamamu, memandang wajahmu dan menginfaq kan hartaku karenamu. Kemudian pertanyaan yang sama diajukan Rosulullah SAW kepada sayyidina Umar bin Khottob RA, sayyidina Utsman bin Affan RA serta sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. “Aku mencintai 3hal dari dunia ini, yakni menyuruh dalam hal kebaikan sekalipun dalam keadaan rahasia, Mencegah kemungkaran sekalipun dalam keadaan terang terangan dan Ucapan yang haq sekalipun pahit,” jawab sayyidina Umar bin Khottob RA. “3 hal yang aku cintai dari dunia ini, yakni Memberikan makanan, menyebarkan salam dan shalat di malam hari dimana manusia terlelap dalam tidurnya,” jawab sayyidina Utsman bin Affan RA. “tiga hal yang aku cinta dari dunia ini, yakni Memuliakan tamu, puasa pada waktu musim panas dan memukul musuh dengan pedang,” jawab sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. Selanjutnya Rosulullah SAW bertanya kepada para sahabat lainnya salah satunya adalah kepada Abu dzar alghifari dengan pertanyaan yang sama. “tiga hal yang aku cintai dari dunia ini, yakni Lapar, Sakit dan Kematian,” jawab Abu dzar alghifari yang langsung ditanyakan kembali oleh Rosulullah SAW. “Kenapa kamu mencintai hal itu ?” tanya Rosulullah SAW. “Aku cinta lapar supaya hatiku menjadi lembut, Aku cinta sakit agar dosa dosaku jadi ringan karena terhapuskan olehnya dan aku cinta kematian agar aku dapat bertemu dengan Tuhanku Allah subhanahu wata'ala,” jawab Abu dzar lebih lanjut. Kemudian Rosulullah SAW berkata, “tiga hal yang aku cintai dari dunia kalian , yakni Wewangian, Perempuan dan Dijadikannya Sholat sebagai kesenangan dan kegemaranku,” Tidak lama setelah itu turunlah malaikat jibril seraya mengucapkan salam dan berkata, “3 hal yang aku cinta dari dunia kalian, yakni Menyampaikan risalah, Menyampaikan amanah dan mencintai orang orang miskin.” Lalu naiklah malaikat Jibril a.s ke langit dan kemudian turun kembali seraya berkata kepada Rosululah SAW. “Allah mengucapkan salam untuk kamu semua dan berkata,”sesungguhnya ada 3hal yang Allah cintai dari dunia kalian yakni lisan yang selalu berdzikir, hati yang selalu khusyu' dan jasad yang selalu sabar akan musibah.”

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/wefi/pelajaran-cinta-rasulullah-saw_57886133c022bd7a063e2ae9

Kamis, 19 Juli 2012

Ramadhan Mubarak

Bismillahirrahmannirahim,

Dengan Mengucap Puji Syukur Alhamdulillah…Mari kita sambut dengan rasa penuh suka cita datangnya Bulan Suci Ramadhan di tahun ini. Bulan yang sangat dinantikan serta dirindukan oleh seluruh umat muslim di dunia ini. Bulan terbaik dari semua bulan. Bulan Keagungan yang penuh hikmah, berkah, rahmat serta ampunan.

Dan di bulan inilah saat-saat yang paling indah bagi yang mendambakan kesejatian hidup yang hakiki. Inilah saat-saat dimana tiap detik kehidupan harus di isi dengan amal saleh dan kebajikan. Inilah saat-saat dimana tiap tarikan nafas dan getaran lidah mulai dihiasi dengan dzikir dan taubat.

Ramadhan dikenal dalam tradisi kaum Muslimin sebagai bulan amal. Pada bulan ini kita akan menyaksikan peningkatan kuantitas dan kualitas amal yang dilakukan oleh setiap pribadi Muslim, baik dalam hal ritual maupun sosial. Di sana-sini kita akan menjumpai orang yang berduyun-duyun shalat berjamaah, shalat malam, mengadakan jamuan buka puasa, berbagi rezeki dengan fakir miskin, yatim piatu dan para dhuafa, tadarusan dan khataman Al-Quran, pesantren kilat, pengkajian dan sebagainya.

Semangat spiritualitas seperti ini bukan muncul tanpa alasan. Selain dari keberkahan yang ada di bulan suci ini, syariat Islam juga menuturkan janji-janji Allah dan Nabi Muhammad SAW akan keagungan bulan ini dibandingkan yang lainnya. Bukankah Nabi SAW bersabda, “Nafas kalian di bulan suci ini dihitung sebagai tasbih, tidur kalian dihitung sebagai ibadah, amal kalian diterima dan doa kalian diijabah. Menunaikan satu ibadah wajib di bulan ini sama dengan menunaikan tujuh puluh ibadah yang sama di bulan yang lain, menunaikan ibadah sunnah di bulan ini akan mendapatkan jaminan bebas dari api neraka, shalawat kepada Nabi di bulan ini akan menambah berat timbangan amalnya, membaca satu ayat Al-Quran akan dapat pahala sama dengan mengkhatamkannya pada bulan lain, menghormati anak yatim akan memperoleh hormat Allah di saat pertemuan kelak, mengulurkan silaturrahmi akan memperoleh rahim dan kasih sayang Allah kelak di hari kiamat.”

Ramadhan memang bulan yang penuh dengan keberkahan. Semua manusia Muslim akan mendapatkan kasih sayang Allah di bulan ini. Namun tak dapat dipungkiri bahwa tidak semua Muslim mengapresiasinya dengan baik, dan karenanya tidak semua mereka sama dalam memperoleh keberkahannya. Mereka yang imannya lemah berbeda dengan mereka yang imannya tinggi di dalam menghargai bulan ini. Dan kerenanya ketika Allah menyebutkan tentang kewajiban puasa di bulan ini, tidak semua yang berpuasa pasti akan memperoleh ketakwaan yang sempurna, bahkan mungkin juga sebagian dari mereka tidak memperoleh ketakwaan sama sekali.

Syukur Alhamdulillah kita masih sempat menemui Ramadhan dan semoga semua kita dapat berpuasa sesuai dengan perintah Allah, dan menjadikannya waktu dan kesempatan berharga untuk memperbanyak ibadah, amal shalih dan aktivitas lainnya untuk mendapatkan rihda Allah SWT…AmiiN

RAMADHAN KARIIM… RAMADHAN MUBARAK

SELAMAT MENYAMBUT BULAN YANG PENUH MAGHFIRAH .. DAN SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum

Salam Ramadhan yang Indah..

Senin, 26 September 2011

Sabar Dikarenakan Pasangan Berperangai Buruk


Kisah di bawah ini mudah-mudahan mampu membuat hati yang kusut menjadi haru. Sebuah kisah tentang manusia yang mempunyai pasangan hidup yang buruk perangainya.

Pada sebuah perjalanan berburu bersama sahabatnya, karena terlalu asyik mengejar hewan buruan yang tengah ia bidik, Al-Ashma’i justru terpisah dari kelompoknya dan tersesat di tengah padang pasir yang panas. Hewan yang ia bidik itu cukup lincah dan berlari menjauh dari kawanannya, tetapi  Al-Asma’i terus mengejarnya. Akibatnya Al-Asma’i pun kehilangan jejak hewan buruannya, dan yang paling bahaya adalah semakin terpisah dari sahabat-sahabatnya.

Saat terik matahari terus menggarang, mulailah rasa dahaga mencekiknya. Tiba-tiba di kejauhan Al-Asma’i melihat sebuah kemah, terasing dan sendirian. Al-Ashma’i pun memacu kuda tunggangannya ke arah kemah tersebut dan kemudian bertemu penghuni yang ternyata wanita muda dan jelita. Al-Ashma’i kemudian meminta air kepada wanita muda tersebut. Wanita itu berkata, “Ada air sedikit, tetapi aku persiapkan hanya untuk suamiku. Yang ada, hanya sisa dari minumanku. Kalau engkau mau, ambillah.”

Baru saja Al-Ashma’i mengambil air pemberian wanita itu, tiba-iba wajah wanita itu tampak siaga. Di arah tatapannya terlihat kepulan debu dari kejauhan.

“Suamiku datang,” kata wanita itu.

Wanita itu kemudian berlari kembali ke dalam kemah dan Al-Ashma’i melihat si wanita muda itu menyiapkan air minum dan kain pembersih. Ternyata yang disebut suami oleh si wanita muda itu adalah seorang lelaki tua bertampang jelek dan menakutkan. Dan tidak hanya itu, melihat istrinya sempat memberikan minum kepada Al-Ashma’i, ia pun tidak henti-hentinya menghardik istrinya dengan kata-kata kasar.

Al-Ashma’i berusaha menenangkan lelaki tua itu, namun lelaki itu tidak menggubrisnya, dan sebagai gantinya ia melangkah masuk ke dalam kemah untuk segera beristirahat karena rupanya lelaki tua itu terlalu lelah berkuda.

Sejak lelaki tua itu datang dan mengomel panjang lebar dengan kata-kata kasar, sang istri yang muda dan cantik itu sama sekali tidak menyahutinya. Tidak satu pun perkataan keluar dari mulut perempuan itu. Sebagai gantinya, wanita muda itu malah membersihkan kaki suaminya, tetap menyerahkan minuman dengan khidmat, dan menuntunnnya dengan mesra masuk ke kemah.

Setelah lelaki tua itu bernar-benar tertidur karena lelah, Al-Ashma’i pun undur diri untuk kembali mencari jalan pulang. Dan sebelum pergi, Al-Ashma’i bertanya, “Engkau muda, cantik, dan setia. Jarang sekali aku menemui wanita seperti dirimu. Mengapa engkau korbankan dirimu untuk melayani lelaki tua yang berakhlak buruk.”

Dan sang wanita pun menjawab, namun jawabannya itu sama sekali tidak pernah diduga dan sungguh mengejutkan Al-Ashma’i. “Rasulullah bersabda, Agama itu terdiri dari dua bagian, syukur dan sabar. Karenanya aku bersyukur karena Allah SWT telah menganugerahkan kepadaku kemudaan, kecantikan, dan perlindungan. Allah SWT telah membimbingku untuk selalu ingat itu. Aku telah melaksanakan setengah agamaku. Karena itu, aku ingin melengkapi agamaku dengan setengahnya lagi, yakni bersabar.”

Al-Ashma’i pun pergi dan sepanjang jalan pulang ia pun terus teringat kalimat wanita muda itu. Al-Ashma’i sadar bahwa kasih sayang Allah SWT tidak pernah akan hilang, walau tempatnya berada di tengah padang pasir, dengan kemah kumuh dan seorang suami yang buruk perangainya.

Allah Akan Memberikan Surganya Lewat Kesabaran

Seperti yang terungkap dalam kisah di atas, sesungguhnya cerita demikian telah sering terjadi dalam setiap zaman, hanya mungkin terbungkus dengan kemasan cerita yang beraneka ragam. Seorang istri yang mengeluh karena tabiat suaminya, atau suami yang mengeluh karena perangai buruk istrinya telah menjadi cerita yang mafhum.

Namun di balik itu semua, yang perlu disadari adalah, jika setiap suami atau setiap istri menyadari dan bertanggung jawab serta menunaikan tugasnya sebagai suami atau istri dengan baik dan sesuai hukum Islam, maka sesungguhnya tabiat-tabiat buruk bisa diredam atau tidak ada sama sekali.

Rumah tangga adalah rahmat, dan bagi siapa saja yang menyadarinya maka pasti ia akan melakukan hal yang paling baik untuk menjalaninya.

Jangan berkecil hati, jika memang suami atau istri kita bukanlah orang yang baik perangainya, jangan pula menghukum mereka dengan pukulan atau amarah yang besar, karena yang berhak menghukum tabiat manusia adalah Allah SWT. Jangan bersedih jika suami dan istri kita adalah orang yang tidak mau memperhatikan kita dengan baik, karena sesungguhnya jika kita mau bersabar, minimal setengah dari surga Allah SWT telah menunggu. Apakah ada hadiah paling indah selain surga dari Allah SWT karena kesabaran kita meraih qadha dan qadar-Nya? Kita pasti setuju, tidak ada hadiah yang paling baik selain itu.

Kamis, 25 Agustus 2011

Orang Taat, Bayar Zakat


Puasa sudah ...
Buka bersama sudah ...
Sahur bersama sudah ...
Beli baju baru sudah ....

ZAKAT ? .... 


Nah kalau masih bingung dengan cara menghitung zakat, silahkan klik di sini

Selasa, 23 Agustus 2011

Dosa dari Berbohong


Seorang Ustad mengatakan kepada jamaahnya, ” Minggu depan aku berencana akan memberikan materi tentang dosa dari berbohong. Untuk membantu kalian mengerti khutbahku, aku ingin kalian semua membaca Surat Al Mu’min ayat 95 hingga 100.”

Minggu berikutnya, ketika ia bersiap-siap untuk memberikan khutbahnya, sang Ustad menyuruh jamaah untuk mengangkat tangannya. Dia ingin mengetahui berapa banyak yang telah membaca Surat Al Mu’min ayat 95 hingga 100.” Hampir seluruh jamaah mengangkat tangannya.

Sang Ustad tersenyum dan berkata, “Surat Al Mu’min hanya memiliki 85 ayat. Aku akan memulai khutbahku tentang dosa dari berbohong.”

Memang nikmat menertawakan kebodohan diri sendiri

Senin, 08 Agustus 2011

Kehebatan Al-Fatihah

“Sesungguhnya orang yang di rongganya tidak terdapat sedikitpun Al Qur’an adalah seperti rumah yang rusak" (HR.Ahmad,At –Tirmidzi dan Ad-Darimi dari Ibnu Abbas )

Kalo kita semua ditanya... siapa yang tahu dan hapal Surat Al-fatihah? Wuih..pasti semua akan mengacungkan jari... iya kan? Lha gimana nggak... wong anak kecil / TK aja sekarang udah pada pinter baca surat Al-Fatihah yang sangat terkenal itu. Dan dalam acara apapun seringkali surat Al-Fatihah kita baca... benar kan???

Emangnya kehebatan Surat Al-Fatihah itu apa saja sih? Koq sampai semua orang hapal dan paham? Hehehe... kita ulas bersama yuk kehebatan surat Al-Fatihah tersebut. Tapi sebelumnya masih ada nggak ya yang belum tahu? Nih saya tulis lagi ya bacaannya biar kita bisa maknai ayat demi ayatnya


1. بسم الله الرحمن الرحيم
    Bismillahir rahmaanir rahiim
2. الحمد لله رب العالمين
    Alhamdulillahi rabbil’aalamiin
3.الرحمن الرحيم
    Ar Rahmananir rahim
4. مالك يوم الدين
    Maaliki yaumid diin
5. إياك نعبد وإياك نستعين
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin
6. اهدنا الصراط المستقيم

     Ihdinas shiraatal mustaqiim  
7.  صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين

     Siraathal ladziina ’an ‘amta ‘alaihim,ghairil maghduu 
     bi’alaihim,walad dhalliin


Nahhh..itu bacaannya… kita ulas lagi yuk lebih lengkap tentang surat Al-Fatihah ini terutama tentang kehebatannya ya?

Surat Al-Faatihah (Arab: الفاتح , al-Fātihah, "Pembukaan") adalah surat pertama dalam Al-Qur'an. Surat ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Faatihah merupakan surat pertama yang diturunkan dengan lengkap di antara surat-surat yang ada dalam Al-Qur'an. 

Al Faatihah adalah Ummul Qur'an (induk Al-Quran) atau Ummul Kitab (induk Al-Kitab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab'ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam shalat.

Semua suka sholat kan? Nah dalam sholat itu kan kita baca surat Al-Fatihah. Tahu nggak kedahsyatannya dalam sholat tersebut? Mari kita kaji lebih dalam lagi ya… tentang kedahsyatan bacaan Al-Fatihah. Mengapa? Karena bacaan Al-Fatihah merupakan bacaan sholat yang bersifat “rukun” yang sangat teristimewa. Dalam tiap ayat yang kita baca, Allah SWT menjawab-Nya hingga menjadikan ayat ini berkedudukan luar biasa. Hebat kan?

Dalilnya?? Nich saya beri info ya…

Dalam hadits qudsi:
Nabi SAW bersabda, “Allah SWT berfirman: Shalat itu Kubagi dua antara Aku dan hamba-Ku. Untuk hamba-Ku ialah apa yang dimintanya". 

Di kala kita membaca "Al-hamdu lillaahi robbil-'aalamien" (Segala puji bagi Alloh tuhan seluruh alam), maka Alloh akan berfirman : "Hamidanii 'abdii", (Hamba-Ku memuji kepada-Ku).

Di kala kita membaca "Arrohmaanir-rohiim" (Dia yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang), maka Alloh akan berfirman : "Atsnaa 'alayya 'abdii" (Hamba-Ku memulyakan pada-Ku).

Di kala kita membaca "Maaliki yaumid-diin" (Dia yang merajai pada hari pembalasan), maka Alloh akan berfirman : "Majjadanii 'abdii" (Hamba-Ku mengagungkan pada-Ku).

Di kala kita membaca "Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin" (Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan), maka Alloh akan berfirman : "Kalimat ini untuk-Ku dan untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta"

Di kala kita membaca " Ihdinashirratal mustaqim, shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi alaihim waladhaalin " (Tunjukan kami jalan lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya bukan jalan mereka yang di murkai,dan bukan pula jalan mereka yang sesat), maka Alloh akan berfirman : "Kalimat ini semua untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta".
(HR Muslim).

Nah mulai ngeh dan kagumkan??

Subhanallah sungguh luar biasa, ternyata Allah langsung menjawab bacaan sholat kita… Terungkap sudah rahasianya, mengapa Rasulullah membaca Al Faatihah ayat demi ayat (tidak menyambungnya), sebagaimana dikatakan dalam hadits:

“Kemudian beliau SAW membaca Al-Faatihah, beliau memenggalnya ayat demi ayat…” (HR Abu Dawud).

Bagaimana caranya Allah menjawab bacaan kita, jangan dibayangkan seperti kita sedang “ngobrol” dengan sesama manusia karena masalah seperti itu termasuk “mutasyabihat”. . Jadi, saran agar kita jeda pada setiap ayat itu, alasannya bukan “soalnya kalau kita membacanya tidak pakai jeda, nanti Allah repot menjawabnya”. Allah itu maha suci dari segala kekurangan, tidak ada sesuatu yang akan membuat-Nya repot.

Kita disarankan untuk membacanya dengan jeda, maksudnya agar kita lebih bisa menghayati makna dan arti dari setiap ayat yang kita baca. Dengan kita menghayati setiap ayat dan setiap kalimat yang kita baca dalam sholat, mudah-mudahan dapat membantu kita untuk mendapatkan sholat yang khusyu’.
 
Sekarang gimana sih susunan surah Al-Fatihah tersebut?

Hmm... kita simak lagi yuk... Coba lihat susunan surah ini. Allah mengajarkan kita bagaimana cara “berdoa” (baca : memohon) dengan benar. Dari total 7 ayat, 5 ayat pertama seluruhnya berisi pujian kepada Allah (5/7 x 100 = 70%).

Seolah Allah mengajarkan / memberitahukan, bila seseorang ingin memohon, seyogyanya 70% itu diawali dengan memuji. Itulah patronnya. Pantaslah jika selesai shalat mestinya tidak langsung angkat tangan dan berdoa. Setidaknya baca dulu puji-pujian, baca 33x Subhanallah, 33x Alhamdulillah, 33x Allahu Akbar. Baru setelah merasa cukup (70% minimal), silahkan mengangkat tangan dan memohon.

Nah mulai jelaskan??

Tapi ingat nich ada tahapannya secara rinci yakni:

Pertama sekali adalah : fokus (niat, kejelasan). Dalam hal ini direprensentasikan dalam kalimat bassamallah
Kedua     : Memuji (Subhanallah)
Ketiga     : Bersyukur (Alhamdulillah)
Keempat : Tegaskan pujian kita (Allahu Akbar)
Kelima     : Akui kelebihan-Nya, kehebatan-Nya (Laillahaillallah)
Kelima     : Akui kelemahan diri, tunjukkan tingginya tingkat 
                 kebutuhan hingga perlu memohon (reasoning), 
                 barulah kemudian memohon pada-Nya.


Udah dulu ya….



Jumat, 03 Desember 2010

Hijrah


" Waktu terus bergulir dan membawa perubahan. Tak ada sesuatu yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri.  Perubahan itu terjadi dengan sendirinya tanpa harus ada campur tangan manusia. "

Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Muharram, bulan yang menandai datangnya kembali tahun baru hijriyah. Tahun baru hijriyah mengingatkan kita kepada kejadian spektakuler dalam sejarah Islam, yakni peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Sebuah peristiwa bersejarah yang di dalamnya terkandung makna dan keteladanan untuk sebuah pengorbanan sejati yang mengapresiasikan perlawanan akan kebathilan sekaligus sikap konsisten mengutamakan kepentingan misi di atas kepentingan apa pun, meski karenanya harus meninggalkan negeri, harta, sanak dan handai taulan tercinta.