Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/wefi/pelajaran-cinta-rasulullah-saw_57886133c022bd7a063e2ae9
Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/wefi/pelajaran-cinta-rasulullah-saw_57886133c022bd7a063e2ae9
Bismillahirrahmannirahim,
Dengan Mengucap Puji Syukur Alhamdulillah…Mari kita sambut dengan rasa penuh suka cita datangnya Bulan Suci Ramadhan di tahun ini. Bulan yang sangat dinantikan serta dirindukan oleh seluruh umat muslim di dunia ini. Bulan terbaik dari semua bulan. Bulan Keagungan yang penuh hikmah, berkah, rahmat serta ampunan.
Dan di bulan inilah saat-saat yang paling indah bagi yang mendambakan kesejatian hidup yang hakiki. Inilah saat-saat dimana tiap detik kehidupan harus di isi dengan amal saleh dan kebajikan. Inilah saat-saat dimana tiap tarikan nafas dan getaran lidah mulai dihiasi dengan dzikir dan taubat.
Ramadhan dikenal dalam tradisi kaum Muslimin sebagai bulan amal. Pada bulan ini kita akan menyaksikan peningkatan kuantitas dan kualitas amal yang dilakukan oleh setiap pribadi Muslim, baik dalam hal ritual maupun sosial. Di sana-sini kita akan menjumpai orang yang berduyun-duyun shalat berjamaah, shalat malam, mengadakan jamuan buka puasa, berbagi rezeki dengan fakir miskin, yatim piatu dan para dhuafa, tadarusan dan khataman Al-Quran, pesantren kilat, pengkajian dan sebagainya.
Semangat spiritualitas seperti ini bukan muncul tanpa alasan. Selain dari keberkahan yang ada di bulan suci ini, syariat Islam juga menuturkan janji-janji Allah dan Nabi Muhammad SAW akan keagungan bulan ini dibandingkan yang lainnya. Bukankah Nabi SAW bersabda, “Nafas kalian di bulan suci ini dihitung sebagai tasbih, tidur kalian dihitung sebagai ibadah, amal kalian diterima dan doa kalian diijabah. Menunaikan satu ibadah wajib di bulan ini sama dengan menunaikan tujuh puluh ibadah yang sama di bulan yang lain, menunaikan ibadah sunnah di bulan ini akan mendapatkan jaminan bebas dari api neraka, shalawat kepada Nabi di bulan ini akan menambah berat timbangan amalnya, membaca satu ayat Al-Quran akan dapat pahala sama dengan mengkhatamkannya pada bulan lain, menghormati anak yatim akan memperoleh hormat Allah di saat pertemuan kelak, mengulurkan silaturrahmi akan memperoleh rahim dan kasih sayang Allah kelak di hari kiamat.”
Ramadhan memang bulan yang penuh dengan keberkahan. Semua manusia Muslim akan mendapatkan kasih sayang Allah di bulan ini. Namun tak dapat dipungkiri bahwa tidak semua Muslim mengapresiasinya dengan baik, dan karenanya tidak semua mereka sama dalam memperoleh keberkahannya. Mereka yang imannya lemah berbeda dengan mereka yang imannya tinggi di dalam menghargai bulan ini. Dan kerenanya ketika Allah menyebutkan tentang kewajiban puasa di bulan ini, tidak semua yang berpuasa pasti akan memperoleh ketakwaan yang sempurna, bahkan mungkin juga sebagian dari mereka tidak memperoleh ketakwaan sama sekali.
Syukur Alhamdulillah kita masih sempat menemui Ramadhan dan semoga semua kita dapat berpuasa sesuai dengan perintah Allah, dan menjadikannya waktu dan kesempatan berharga untuk memperbanyak ibadah, amal shalih dan aktivitas lainnya untuk mendapatkan rihda Allah SWT…AmiiN
RAMADHAN KARIIM… RAMADHAN MUBARAK
SELAMAT MENYAMBUT BULAN YANG PENUH MAGHFIRAH .. DAN SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA
Salam Ramadhan yang Indah..
Rumah tangga adalah rahmat, dan bagi siapa saja yang menyadarinya maka pasti ia akan melakukan hal yang paling baik untuk menjalaninya.
Minggu berikutnya, ketika ia bersiap-siap untuk memberikan khutbahnya, sang Ustad menyuruh jamaah untuk mengangkat tangannya. Dia ingin mengetahui berapa banyak yang telah membaca Surat Al Mu’min ayat 95 hingga 100.” Hampir seluruh jamaah mengangkat tangannya.“Sesungguhnya orang yang di rongganya tidak terdapat sedikitpun Al Qur’an adalah seperti rumah yang rusak" (HR.Ahmad,At –Tirmidzi dan Ad-Darimi dari Ibnu Abbas )
" Waktu terus bergulir dan membawa perubahan. Tak ada sesuatu yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Perubahan itu terjadi dengan sendirinya tanpa harus ada campur tangan manusia. "
Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Muharram, bulan yang menandai datangnya kembali tahun baru hijriyah. Tahun baru hijriyah mengingatkan kita kepada kejadian spektakuler dalam sejarah Islam, yakni peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Sebuah peristiwa bersejarah yang di dalamnya terkandung makna dan keteladanan untuk sebuah pengorbanan sejati yang mengapresiasikan perlawanan akan kebathilan sekaligus sikap konsisten mengutamakan kepentingan misi di atas kepentingan apa pun, meski karenanya harus meninggalkan negeri, harta, sanak dan handai taulan tercinta.