.

.
.
Tampilkan postingan dengan label Rusmantoro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rusmantoro. Tampilkan semua postingan

Jumat, 15 Juli 2016

Pelajaran Cinta Rasul


Suatu hari Rosulullah SAW sedang duduk bersama dengan para sahabat, kemudian beliau bertanya kepada para sahabat satu persatu tentang satu hal. Apa itu pertanyaannya ? Pertanyaannya adalah tentang CINTA yang dimulai dengan menanyakan kepada sayyidina Abu bakar ashiddiiq RA.’

“Apakah yang kamu cintai dari dunia ini ?” tanya Rasulullah SAW yang kemudian dijawab sayyiina Abu Bakar dengan “aku mencintai 3 hal dari dunia ini, yakni duduk bersamamu, memandang wajahmu dan menginfaqkan hartaku karenamu.

Kemudian pertanyaan yang sama diajukan Rosulullah SAW kepada sayyidina Umar bin Khottob RA, sayyidina Utsman bin Affan RA serta sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. “Aku mencintai 3hal dari dunia ini, yakni menyuruh dalam hal kebaikan sekalipun dalam keadaan rahasia, Mencegah kemungkaran sekalipun dalam keadaan terang terangan dan Ucapan yang haq sekalipun pahit,” jawab sayyidina Umar bin Khottob RA.

“Tiga hal yang aku cintai dari dunia ini, yakni Memberikan makanan, menyebarkan salam dan shalat di malam hari dimana manusia terlelap dalam tidurnya,” jawab sayyidina Utsman bin Affan RA.

“Tiga hal yang aku cinta dari dunia ini, yakni Memuliakan tamu, puasa pada waktu musim panas dan memukul musuh dengan pedang,” jawab sayyidina Ali bin Abi Thalib RA.

Selanjutnya Rosulullah SAW bertanya kepada para sahabat lainnya salah satunya adalah kepada Abu dzar alghifari dengan pertanyaan yang sama.

“Tiga hal yang aku cintai dari dunia ini, yakni Lapar, Sakit dan Kematian,” jawab Abu dzar alghifari yang langsung ditanyakan kembali oleh Rosulullah SAW.

“Kenapa kamu mencintai hal itu ?” tanya Rosulullah SAW.

“Aku cinta lapar supaya hatiku menjadi lembut, Aku cinta sakit agar dosa dosaku jadi ringan karena terhapuskan olehnya dan aku cinta kematian agar aku dapat bertemu dengan Tuhanku Allah subhanahu wata'ala,” jawab Abu dzar lebih lanjut.

Kemudian Rosulullah SAW berkata, “Tiga hal yang aku cintai dari dunia kalian , yakni Wewangian, Perempuan dan Dijadikannya Sholat sebagai kesenangan dan kegemaranku,”

Tidak lama setelah itu turunlah malaikat jibril seraya mengucapkan salam dan berkata, “Tiga hal yang aku cinta dari dunia kalian, yakni Menyampaikan risalah, Menyampaikan amanah dan mencintai orang orang miskin.”

Lalu naiklah malaikat Jibril a.s ke langit dan kemudian turun kembali seraya berkata kepada Rosululah SAW.

“Allah mengucapkan salam untuk kamu semua dan berkata,”sesungguhnya ada 3hal yang Allah cintai dari dunia kalian yakni lisan yang selalu berdzikir, hati yang selalu khusyu' dan jasad yang selalu sabar akan musibah.”

Suatu hari Rosulullah SAW sedang duduk bersama dengan para sahabat, kemudian beliau bertanya kepada para sahabat satu persatu tentang satu hal. Apa itu pertanyaannya ? Pertanyaannya adalah tentang CINTA yang dimulai dengan menanyakan kepada sayyidina Abu bakar ashiddiiq RA.’ “Apakah yg kamu cintai dari dunia ini ?” tanya Rasulullah SAW yang kemudian dijawab sayyiina Abu Bakar dengan “aku mencintai 3 hal dari dunia ini, yakni duduk bersamamu, memandang wajahmu dan menginfaq kan hartaku karenamu. Kemudian pertanyaan yang sama diajukan Rosulullah SAW kepada sayyidina Umar bin Khottob RA, sayyidina Utsman bin Affan RA serta sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. “Aku mencintai 3hal dari dunia ini, yakni menyuruh dalam hal kebaikan sekalipun dalam keadaan rahasia, Mencegah kemungkaran sekalipun dalam keadaan terang terangan dan Ucapan yang haq sekalipun pahit,” jawab sayyidina Umar bin Khottob RA. “3 hal yang aku cintai dari dunia ini, yakni Memberikan makanan, menyebarkan salam dan shalat di malam hari dimana manusia terlelap dalam tidurnya,” jawab sayyidina Utsman bin Affan RA. “tiga hal yang aku cinta dari dunia ini, yakni Memuliakan tamu, puasa pada waktu musim panas dan memukul musuh dengan pedang,” jawab sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. Selanjutnya Rosulullah SAW bertanya kepada para sahabat lainnya salah satunya adalah kepada Abu dzar alghifari dengan pertanyaan yang sama. “tiga hal yang aku cintai dari dunia ini, yakni Lapar, Sakit dan Kematian,” jawab Abu dzar alghifari yang langsung ditanyakan kembali oleh Rosulullah SAW. “Kenapa kamu mencintai hal itu ?” tanya Rosulullah SAW. “Aku cinta lapar supaya hatiku menjadi lembut, Aku cinta sakit agar dosa dosaku jadi ringan karena terhapuskan olehnya dan aku cinta kematian agar aku dapat bertemu dengan Tuhanku Allah subhanahu wata'ala,” jawab Abu dzar lebih lanjut. Kemudian Rosulullah SAW berkata, “tiga hal yang aku cintai dari dunia kalian , yakni Wewangian, Perempuan dan Dijadikannya Sholat sebagai kesenangan dan kegemaranku,” Tidak lama setelah itu turunlah malaikat jibril seraya mengucapkan salam dan berkata, “3 hal yang aku cinta dari dunia kalian, yakni Menyampaikan risalah, Menyampaikan amanah dan mencintai orang orang miskin.” Lalu naiklah malaikat Jibril a.s ke langit dan kemudian turun kembali seraya berkata kepada Rosululah SAW. “Allah mengucapkan salam untuk kamu semua dan berkata,”sesungguhnya ada 3hal yang Allah cintai dari dunia kalian yakni lisan yang selalu berdzikir, hati yang selalu khusyu' dan jasad yang selalu sabar akan musibah.”

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/wefi/pelajaran-cinta-rasulullah-saw_57886133c022bd7a063e2ae9
Suatu hari Rosulullah SAW sedang duduk bersama dengan para sahabat, kemudian beliau bertanya kepada para sahabat satu persatu tentang satu hal. Apa itu pertanyaannya ? Pertanyaannya adalah tentang CINTA yang dimulai dengan menanyakan kepada sayyidina Abu bakar ashiddiiq RA.’ “Apakah yg kamu cintai dari dunia ini ?” tanya Rasulullah SAW yang kemudian dijawab sayyiina Abu Bakar dengan “aku mencintai 3 hal dari dunia ini, yakni duduk bersamamu, memandang wajahmu dan menginfaq kan hartaku karenamu. Kemudian pertanyaan yang sama diajukan Rosulullah SAW kepada sayyidina Umar bin Khottob RA, sayyidina Utsman bin Affan RA serta sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. “Aku mencintai 3hal dari dunia ini, yakni menyuruh dalam hal kebaikan sekalipun dalam keadaan rahasia, Mencegah kemungkaran sekalipun dalam keadaan terang terangan dan Ucapan yang haq sekalipun pahit,” jawab sayyidina Umar bin Khottob RA. “3 hal yang aku cintai dari dunia ini, yakni Memberikan makanan, menyebarkan salam dan shalat di malam hari dimana manusia terlelap dalam tidurnya,” jawab sayyidina Utsman bin Affan RA. “tiga hal yang aku cinta dari dunia ini, yakni Memuliakan tamu, puasa pada waktu musim panas dan memukul musuh dengan pedang,” jawab sayyidina Ali bin Abi Thalib RA. Selanjutnya Rosulullah SAW bertanya kepada para sahabat lainnya salah satunya adalah kepada Abu dzar alghifari dengan pertanyaan yang sama. “tiga hal yang aku cintai dari dunia ini, yakni Lapar, Sakit dan Kematian,” jawab Abu dzar alghifari yang langsung ditanyakan kembali oleh Rosulullah SAW. “Kenapa kamu mencintai hal itu ?” tanya Rosulullah SAW. “Aku cinta lapar supaya hatiku menjadi lembut, Aku cinta sakit agar dosa dosaku jadi ringan karena terhapuskan olehnya dan aku cinta kematian agar aku dapat bertemu dengan Tuhanku Allah subhanahu wata'ala,” jawab Abu dzar lebih lanjut. Kemudian Rosulullah SAW berkata, “tiga hal yang aku cintai dari dunia kalian , yakni Wewangian, Perempuan dan Dijadikannya Sholat sebagai kesenangan dan kegemaranku,” Tidak lama setelah itu turunlah malaikat jibril seraya mengucapkan salam dan berkata, “3 hal yang aku cinta dari dunia kalian, yakni Menyampaikan risalah, Menyampaikan amanah dan mencintai orang orang miskin.” Lalu naiklah malaikat Jibril a.s ke langit dan kemudian turun kembali seraya berkata kepada Rosululah SAW. “Allah mengucapkan salam untuk kamu semua dan berkata,”sesungguhnya ada 3hal yang Allah cintai dari dunia kalian yakni lisan yang selalu berdzikir, hati yang selalu khusyu' dan jasad yang selalu sabar akan musibah.”

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/wefi/pelajaran-cinta-rasulullah-saw_57886133c022bd7a063e2ae9

Minggu, 18 Oktober 2015

Papa Kilo (PK)

Mengapa Kode Registrasi Penerbangan Indonesia tidak menggunakan singkatan Republik Indonesia (RI)?

Berdasarkan hasil dari kesepakatan Konvensi Chicago tahun 1944, dikatakan bahwa setiap pesawat udara yang melakukan penerbangan harus dilengkapi dengan tanda pendaftaran dan kebangsaan. Tanda tersebut diberikan oleh negara di mana pesawat tersebut didaftarkan.

Tanda pendaftaran dan kebangsaan negara Indonesia terdiri dari lima huruf, dengan ketentuan sebagai berikut : 
  • Dua huruf awal (dalam hal ini "PK") merupakan tanda kebangsaan Indonesia
  • Tiga huruf selanjutnya (contohnya "GLT") merupakan tanda pendaftaran.
  • Antara tanda kebangsaan dan pendaftaran dipisahkan dengan tanda penghubung ("-"), misalnya PK-GEF (Garuda/Indonesia), 9M-AFA (AirAsia/Malaysia), PH-KZH (KLM/Belanda), A6-EBF (Emirates/Uni Emirat Arab).
Lalu mengapa Indonesia menggunakan kode PK? 

Pay Kolonie, itulah kepanjangan dari "PK". Pay Kolonie berasal dari bahasa Belanda yang berarti negara jajahan. Kenapa tidak pakai dua huruf "RI" (Republik Indonesia)? Tanda huruf tersebut pada masa silam sudah lebih dulu diberikan kepada Rusia, yang kemudian pada era Uni Soviet, semua yang berbau Barat dibuang. Tanda tersebut diganti dengan huruf Cyrillic Rusia "CCCP" atau huruf latinnya "SSSR". Setelah Union of Soviet Socialist Republics (USSSR) kolaps, tanda kebangsaan Rusia sekarang berhuruf "RA".

Tidak semua tanda kebangsaan yang diterbitkan oleh badan PBB International Civil Aviation Organisation (ICAO) tersebut dengan dua huruf, seperti F-WWOW (F dari Prancis) dan empat huruf berikutnya adalah tanda pendaftaran yang melekat pada bagian belakang badan superjumbo A380 pabrik Airbus, D-ACRF (D diambil dari kata Deutschland/Jerman) dan empat huruf selanjutanya adalah tanda pendaftaran.

Selain itu, ada pula tanda kebangsaan tersebut diawali dengan angka dan huruf, contohnya 9V untuk Singapura, 9M untuk Malaysia, 9K untuk Kuwait, 9N untuk Nepal, 9G untuk Ghana, 4X untuk Israel, 2S untuk Bangladesh dan 7T untuk Aljazair.

Rabu, 19 Februari 2014

KAWENGAN


Lapangan Kawengan sudah dikembangkan sejak tahun 1951. Lapangan yang terletak di Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban awalnya dikelola oleh Belanda, kemudian dikelola oleh Pertamina. 

 

Sayang kejayaan lapangan Kawengan mulai pudar. Keberadaan industri minyak kini tak dapat dirasakan warga sekitar sebagai berkah, sehingga kerap terjadi gesekan antara pekerja dengan masyarakat sekitar.

 

Di akhir tahun 2013, PT Pertamina EP menyerahkan pengelolaan empat struktur area di Field Cepu kepada PT Geo Cepu Indonesia yaitu Kawengan, Ledok, Nglobo dan Semanan. Langkah ini diambil untuk meningkatkan produksi minyak dan gas dari field Cepu. Diharapkan dengan KSO ini produksi dapat meningkat sebanyak dua kali lipat.

Sedikit berbagi foto kegiatan kunjungan ke Kawengan. Masih terdapat banyak penambang tradisional di sini. 



Sabtu, 15 Februari 2014

Tanpa Trance, Jathilan Kurang Sakti dan Tidak Seksi



Trance atau yang biasa disebut ketidaksadaran adalah bagian penting bahkan hal pokok dalam seni tradisi jathilan. Ketidaksadaran dimaknai sebagai hilangnya kesadaran sehingga dapat menjadi media untuk perasukan roh-roh tertentu ke dalam tubuh manusia. Babak trance merupakan adegan yang ditunggu-tunggu penonton seni jathilan. Tanpa ada kerasukan, jathilan dianggap tidak lengkap, bahkan tidak berdaya, tidak sakti, sekaligus tidak seksi. Seksionalitas jathilan terdapat pada adanya pemain yang kerasukan.

Selain jathilan, kesenian sejenis disebut jaran kepang, kuda lumping, jaranan dan sebagainya. Tetapi intinya kesenian ini menggunakan digunakannya alat bermain berupa kuda kepang, adanya adegan kerasukan dan mengandalkan peran pawang / dukun dan digelar di tempat terbuka serta diiringi musik yang cenderung monoton dengan dinamika hentakkan kendang penuh semangat.


Di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, seni jathilan sangat popular dan dimainkan banyak komunitas di kampung-kampung. Jathilan memiliki kekuatan kultural yang memberikan penanda perubahan sosial.


Jathilan adalah seni yang secara realitas sosial tetap bertahan, beradaptasi dan selalu lolos dari “seleksi alam”. Meski dipandang sebagai seni rakyat rendahan, jathilan memiliki kompleksitas realsional dengan ragam teks budaya yang ada.

.