Tampilkan postingan dengan label Go Green. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Go Green. Tampilkan semua postingan
Selasa, 31 Mei 2011
Selasa, 25 Januari 2011
Bahaya Plastik, Pelajari Sebelum Terlambat

Kita kadang sayang untuk membuang dan memilih menggunakan kembali botol bekas air mineral yang kita beli. Biasanya botol kemasan itu tidak kita gunakan lagi setelah botolnya terlihat kusam dan bentuknya sudah tak beraturan. Kebiasaan mengisi ulang botol air mineral itu mungkin dilakukan oleh jutaan penduduk Indonesia. Apakah anda juga termasuk dalam kategori ini? Jika ia, sebaiknya segera hentikan, karena botol seperti itu hanya untuk sekali pakai.
Produk plastik yang dimaksud bukan hanya botol plastik air mineral yang banyak beredar di pasaran, tetapi juga plastik wadah makan, penutup makanan, hingga botol susu untuk buah hati kita. Plastik banyak dipergunakan karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik yang seperti apa yang aman untuk kita pakai.
Senin, 10 Januari 2011
EARTH HOUR, BUKTI CINTA PADA BUMI
"Saatnya beraksi !!! Mari ubah dunia dalam satu jam. Dengan sebuah aksi kecil kita dapat membawa suatu perubahan besar."
Mari ubah dunia dengan satu jam tanpa listrik, itulah konsep yang diusung inisiatif perubahan iklim global WWF Earth Hours. Melalui Earth Hour, setiap individu diajarkan bahwa upaya peduli lingkungan dapat bermula dari sebuah langkah sederhana dengan mematikan lampu selama satu jam. Setiap tahun, menjelang bulan Maret mungkin kita sering mendengar atau membaca tentang EARTH HOUR. Lalu apa sih EARTH HOUR itu sendiri?
Apa itu EARTH HOUR ?
Kamis, 28 Oktober 2010
Negeriku Negeri SUMPAH. . .
Pernah ada…..SUMPAH Palapa,
Yang paling membanggakan…..SUMPAH Pemuda,
Yang paling serem….. SUMPAH Pocong,
Yang sering dilanggar….. SUMPAH Jabatan,
Yang paling sering terdengar….. SUMPAH Serapah !
Yang paling membanggakan…..SUMPAH Pemuda,
Yang paling serem….. SUMPAH Pocong,
Yang sering dilanggar….. SUMPAH Jabatan,
Yang paling sering terdengar….. SUMPAH Serapah !
SUMPAH pun akhirnya merajalela…
SUMPAH….. Aku hanya makan gaji,
SUMPAH….. Kami tidak korupsi,
SUMPAH….. Kami tak mengadakan kolusi,
SUMPAH….. itu bukan korupsi,
SUMPAH….. itu hanya komisi,
SUMPAH….. itu jerih payah kami,
SUMPAH….. Kami tidak korupsi,
SUMPAH….. Kami tak mengadakan kolusi,
SUMPAH….. itu bukan korupsi,
SUMPAH….. itu hanya komisi,
SUMPAH….. itu jerih payah kami,
SUMPAH…. Itu warisan orang tua….
SUMPAH . . . ?!?!?!
“Eh, asal kalian tahu saja ya….. aku tuh nggak pernah berSUMPAH, serius nih…SWEAR deH !!!”
SUMPAH…..?!?!?!
Ingat, dilarang membuang SUMPAH sembaranga dan buanglah SUMPAH pada tempatnya… ha..ha..ha.. (kabur ah sebelum disumpah'in orang…..)
Senin, 25 Oktober 2010
82 Tahun Sumpah Pemuda… kok masih begitu saja…
Kalau saja hari ini nggak sengaja lihat kalender, mungkin bakalan lupa kalau sebentar lagi kita akan memperingati salah satu hari bersejarah bagi bangsa kita. Ya tanggal 28 Oktober nanti, kita akan sama-sama memperingari Hari Sumpah Pemuda.
Pikiran kita dibuat melayang kembali ke masa kecil saat SD dulu, setiap memperingati hari Sumpah Pemuda atau hari bersejarah lainnya mesti diadakan upacara bendera. Dan seperti biasa Pembina Upacara membacakan teks Pancasila dan Sumpah Pemuda diikuti oleh peserta upacara. Nggak tahu kenapa mesti pakai baca teks segala, sebenarnya (seharusnya) pembina upacara kan hafal Pancasila dan Sumpah Pemuda, nggak mungkinlah seorang guru (pembina upacara) nggak hafal Pancasila dan Sumpah Pemuda, tapi kenapa kok mesti harus bawa draft segala ya? (ha..ha..ha.. bukannya nggak hafal.... tapi memang nggak pernah menghafal …)
Jangan tertawa dulu, sekarang apa kalian juga masih hafal…?? Wah masih ada yang hafal tuh. Bagi yang sudah lupa, nih teks Sumpah Pemuda yang dikumandangkan pada tahun 1928 :
SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928
Jadi semangat nih baca sumpah pemuda, habis serasa tambah muda lima tahun, hehehe…
Tapi dibaca dulu, diingat-ingat lagi, masih sama nggak dengan yang di rekam sama otak kita masing-masing. Sebuah pengakuan tentang semangat persatuan yang diikrarkan 82 tahun lalu. Sebuah pesan yang nilai-nilainya masih cocok nggak dengan apa yang kita lihat sekarang.
Bagaimana sih manifestasinya semangat persatuan di masa kini? Masih membedakan kasta? Masih membedakan warna? Masih membedakan isi hati? Atau semua dipukul rata yang berdampak semua bisa diajak kawin?
Entahlah, sekarang ini semangat persatuan muncul jika diperlukan saja. Selebihnya hitung-hitungan kawan-lawan, untung-rugi atau menang-kalah.. Semoga saja yang satu ini aku salah….
Atau perlu ditambahkan lagi isi Sumpah Pemuda, seperti apa yang kawan-kawan mahasiswa pernah teriakkan beberapa waktu lalu :
Kami pemuda Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan.
Kami pemuda Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan.
Kami pemuda Indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa kebenaran.
82 Tahun Sumpah Pemuda… kok masih begitu saja…
Rabu, 13 Oktober 2010
Mie Instan
Tapi apakah setelah kita mengkonsumsi mie instan lantas kita akan kenyang ??? Bahaya apa yang di timbulkan dari mie instan tersebut seperti yang diramaikan saat ini ??
Menyikapi ramainya pemberitaan penarikan dan razia mie instan asal Indonesia yang berada di Taiwan lantaran mengandung E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) yang oleh pemerintah Taiwan dianggap berbahaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) mengeluarkan pernyataan yang menjamin bahwa mie instan yang sudah terdaftar dan saat ini beredar di pasaran dinyatakan aman untuk dikonsumsi.
Badan POM mengatakan, kehawatiran Taiwan terhadap kandungan bahan makanan yang terdapat dalam produk mie instan asal Indonesia dipandang sangatlah berlebihan. Dijelaskannya, penetapan suatu regulasi dan persyaratan keamanan, mutu dan gizi produk pangan olahan di Indonesia telah mengacu pada persyaratan internasional CAC (Codex Alimentarius Commission) serta berdasarkan kajian risiko. Sehingga mustahil produk mie instan buatan Indonesia bisa membahayakan.
"Sebetulnya yang dipersoalkan adalah kandungan bahan tambahan pangan Nipagin (Methyl P-Hydroxybenzoate) dalam kecap yang terdapat dalam produk mie instan yang fungsinya sebagai bahan pengawet. Padahal kandungannya sudah disesuaikan, sehingga tidak berbahaya," ujar Kustantinah (Kepala Badan POM) saat menggelar jumpa pers di kantornya, Senin (11/10/2010).
Dijelaskannya, pada produk kecap, aturan batas maksimum penggunaan Nipagin yang diizinkan adalah 250 mg/kg. Sementara penggunaan untuk makanan lain seperti ikan dan unggas batas maksimum bahkan bisa mencapai 1000 mg/kg. Sementara pada produk mie instan yang sudah terdaftar di POM, mereka tentu saja menerapkan standar penggunaan yang tidak menyalahi aturan.
Namun di sini dapat dijelaskan, bahan-bahan apa saja yang mesti diwaspadai dalam kandungan mie instan, yaitu :
Bumbu dan pelengkap
Bumbu yang digunakan antara lain adalah MSG atau vetsin. Titik kritisnya adalah pada media mikrobial, yaitu media yang digunakan untuk mengembangbiakkan mikroorganisme yang berfungsi memfermentasi bahan baku vetsin. Sedangkan bahan pelengkap mie instan adalah bahan-bahan penggurih yaitu HVP dan yeast extract. HVP atau hidrolized vegetable protein merupakan jenis protein yang dihidrolisasi dengan asam klorida ataupun dengan enzim. Sumber enzim inilah yang harus kita pertanyakan apakah berasal dari hewan, tumbuhan atau mikroorganisme. Kalau hewan tentu harus jelas hewan apa dan bagaimana penyembelihannya. Sedangkan yeast extract yang menjadi titik kritis adalah asam amino yang berasal dari hewan.
Bahan penambah rasa
Bahan penambah rasa atau flavor selalu digunakan dalam pembuatan mie instan. Bahan inilah yang akan memberi rasa mie, apakah ayam bawang, ayam panggang, kari ayam, soto ayam, baso, barbequ, dan sebagainya. Titik kritis flavor terletak pada sumber flavor. Kalau sumber flavor dari hewan, tentu harus jelas jenis dan cara penyembelihannya. Begitupun flavor yang berasal dari rambut atau bagian lain dari tubuh manusia, statusnya adalah haram.
Minyak sayur
Minyak sayur menjadi bermasalah bila sumbernya berasal dari hewan atau dicampur dengan lemak hewan.
Solid Ingredient
Solid ingredient adalah bahan-bahan pelengkap yang dapat berupa sosis, suwiran ayam, bawang goreng, cabe kering, dan sebagainya. Titik kritisnya tentu pada sumber hewani yang digunakan.
Solid Ingredient
Kecap dan sambal pun harus kita cermati lho. Kecap dapat menggunakan flavor, MSG, kaldu tulang untuk menambah kelezatannya.
Itulah sedikit catatan tentang betapa bahayanya mie instan.
Dalam hal ini yang harus anda perhatikan dan dicamkan ialah...
“Peringatan bagi kita semua bahwa Mie Instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya karena MSG yang terkandung didalamnya bila dimasak diatas suhu 120°C akan berpotensi menjadi Karsinogen Pembawa Kanker. Perhatikan prosedur penyajian pada bungkus Mie Instan, semua menganjurkan agar masak mie dulu baru ditaburi bumbu atau bumbunya di taruh di mangkok”
Terimakasih... Semoga bermanfaat bagi anda yang membacanya
Jumat, 04 Juni 2010
Sambutan Menteri Negera Lingkungan Hidup
SAMBUTAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP PADA PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2010
Assalamualaikum wr. wb,
Saudara-Saudara yang saya hormati,
Kekayaan alam keanekaragaman hayati yang dilimpahkan Tuhan YME merupakan titipan kepada kita semua untuk dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang, oleh sebab itu pemanfaatan hasil bumi serta pengelolaan lingkungan menjadi tanggung jawab kita semua yang tidak terbatas dalam wilayah administrasi suatu daerah bahkan suatu negara. Sehubungan dengan itu, himbauan untuk bersama-sama melestarikan lingkungan hidup perlu terus dikumandangkan.
Mengingat pentingnya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, maka dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010, Indonesia mengusung tema "Keanekaragaman Hayati, Masa Depan Bumi Kita". Tema ini mengacu pada tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 oleh United Nations Environment Programme yang akan diperingati di Kigali, Rwanda, yaitu "Many Species. One Planet. One Future" serta ditetapkannya tahun 2010 sebagai "Tahun Keanekaragaman Hayati internasional".
Saudara-saudara yang berbahagia,
Saudara-saudara yang berbahagia,
Indonesia dikaruniai kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan dimilikinya sekitar 90 tipe ekosistem, 40.000 spesies tumbuhan dan 300.000 spesies hewan. Dengan potensi keanekaragaman hayati yang melimpah merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan bagi pembangunan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Keanekaragaman hayati mempunyai peran penting bagi kehidupan umat manusia karena merupakan sumber penyediaan bahan pangan, sandang, papan, dan obat-obatan. Di samping itu, keanekaragaman hayati juga berfungsi sebagai penyedia sumber air, udara bersih dan bentang alam untuk pariwisata.
Nilai ekonomi yang cukup tinggi dari kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia menghasilkan devisa bagi sumber keuangan negara antara lain di sektor industri, pertanian, kehutanan dan kesehatan. Dari segi kegunaan, manfaat keanekaragaman hayati sangat besar untuk keperluan farmaseutika, biofarmaka, herbal, pangan, papan, maupun hias ornamental dan hobi serta penyedia jasa lingkungan. Peluang besar pada industri tanaman hias juga terbuka dengan adanya kecenderungan perubahan pasar dunia terhadap tanaman hias yang mulai beralih kepada tanaman tropis. Di samping itu ada potensi keanekaragaman hayati yang belum digali selama ini seperti keanekaragaman hayati bawah tanah (biodiversity below ground), untuk itu dalam memanfaatkannya perlu adanya penguasaan ilmu dan teknologi dengan melakukan berbagai penelitian dasar maupun terapan.
Dalam dua dasawarsa terakhir, terjadi pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berlebihan sehingga mengancam tatanan dan fungsi ekosistem. Padahal keanekaragaman hayati merupakan unsur pembentuk kelestarian lingkungan hidup yang berfungsi sebagai penopang utama kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia. Demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan, maka pemerintah Indonesia telah meratifikasi Konvensi Keanekaragaman Hayati pada tahun 1994 yang memiliki tiga kegiatan utama, yaitu:
(1) Konservasi keanekaragaman hayati,
(2) Pemanfaatan secara lestari dari komponennya dan
(3) Pembagian keuntungan yang adil atas pemanfaatan sumber daya genetik.
Dalam kaitan ini, Indonesia masih ketinggalan dalam mematenkan keanekaragaman hayati dibanding dengan negara lain.
(1) Konservasi keanekaragaman hayati,
(2) Pemanfaatan secara lestari dari komponennya dan
(3) Pembagian keuntungan yang adil atas pemanfaatan sumber daya genetik.
Dalam kaitan ini, Indonesia masih ketinggalan dalam mematenkan keanekaragaman hayati dibanding dengan negara lain.
Saudara-saudara yang berbahagia,
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan dengan berbagai "gerakan lingkungan hidup". Kami mengajak semua pihak untuk berpartisipasi menjaga sumber daya alam Indonesia terutama keanekaragaman hayati Indonesia agar dapat bermanfaat secara berkelanjutan. Para Pimpinan Kepala Daerah dapat melakukan inventarisasi potensi keanekaragaman hayati, mengembangkan pengetahuan lokal tentang keanekaragaman hayati di daerah masing-masing. Di samping itu juga perlu untuk menginisiasi pemanfaatan jasa lingkungan antara lain untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan pelestarian keindahan alam (landscape beauty preservation). Untuk itu, atas nama Pemerintah Indonesia, kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, maupun masyarakat yang telah melakukan berbagai kegiatan mendukung pelestarian lingkungan seperti melaksanakan kegiatan 3R (reuse, reduce, dan recycle), melakukan penelitian dan kajian ilmiah, upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, efisiensi penggunaan sumber daya alam, energi dan air serta kegiatan lainnya.
Demikian sambutan saya, terima kasih atas perhatian dan kepedulian Saudara-Saudara, mari kita bersama-sama selamatkan bumi kita.
Wassalamualaikum, wr. wb,
Jakarta, 5 Juni 2010
Menteri Negara Lingkungan Hidup,
Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS
Kamis, 03 Juni 2010
Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Pada tanggal 5 Juni nanti, kita akan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Peringatan ini mulai dilakukan sejak PBB mengadakan Konferensi Lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1977. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan di bawah kordinasi United Nations Environment Programme (UNEP), yang juga dibentuk oleh PBB pada tahun 1977.
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) tahun 2010 ini, mengangkat tema “Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan). Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 akan dipusatkan di kota Kigali, ibu kota Rwanda, sebuah negara di Afrika Timur.
UNEP berencana menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (WED) 2010 sebagai perayaan terbesar dalam merangsang kesadaran publik seluruh dunia akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup.
Tema WED kali ini berhubungan dengan pencanangan tahun 2010 sebagai Tahun International Keanekaragaman Hayati (International Year of Biodiversity) dengan COP 10 Convention on Biological Diversity (CBD) di Nagoya, Jepang yang berlangsung pada 18-29 Oktober 2010.
”Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan) yang merupakan tema WED 2010 diharapkan mampu mengajak seluruh dunia untuk melestarikan keragaman kehidupan di bumi. Memberikan kesadaran bahwa sebuah dunia tanpa keanekaragaman hayati adalah prospek yang sangat suram. Jutaan orang dan jutaan spesies berbagi bersama dalam satu planet yang sama, dan hanya dengan bersama-sama kita semua bisa menikmati masa depan yang lebih aman dan lebih makmur.
Tunggu apalagi, tidak ada salahnya kalau sekarang kita mulai menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keragaman hayati karena hanya dengan berbagi bersama jutaan spesies lainnya dalam satu planet inilah kita akan mampu meraih masa depan yang lebih baik.
Referensi: www.unep.org/wed/2010/
Senin, 31 Mei 2010
Hari Bebas Tembakau, (Semoga Bukan) Cuma Basa Basi …
Di Hari Bebas Tembakau (31 Mei) ini, pernahkah anda membaca sebuah humor seperti ini, setelah selesai membaca peringatan yang ada di bungkus rokok tentang bahaya merokok, seorang perokok baru mengetahui bahwa merokok itu sangat berbahaya. Kemudian ia pun berjanji kepada dirinya sendiri, yang kemudian janjinya itu ditulis di tembok yang berbunyi :
”Setelah membaca peringatan itu dan mengetahui bahaya dari merokok, mulai sekarang saya berjanji untuk berhenti MEMBACA peringatan itu!!!”
”Setelah membaca peringatan itu dan mengetahui bahaya dari merokok, mulai sekarang saya berjanji untuk berhenti MEMBACA peringatan itu!!!”

Bukan Berkurang, Jumlah Perokok, Pabrik Rokok, Serta Merek Rokok Baru Malah Bertambah
Hampir di semua tempat umum, kita tidak akan pernah terbebas dari rokok dan asapnya. Iklan-iklan rokok memang sudah tidak boleh ditayangkan di televisi, tapi tetap selalu hadir di depan mata kita, baik berupa spanduk, billboard besar di tengah jalan, maupun pamflet yang ditempel di sembarang tempat. Di setiap event besar, baik pergelaran musik, seminar dan bahkan kegiatan olah raga, biasanya juga tidak bisa lepas dari peran perusahaan rokok sebagai sponsornya. Dari gambar dan tulisan iklan itu kita mengetahui bahwa jumlah merek rokok baru selalu bermunculan dengan menawarkan taste (rasa) atau pun keunggulan lain yang dapat menarik minat perokok lama atau calon perokok baru untuk mencobanya.
Mengenai jumlah perokok di Indonesia, kita yakin selalu bertambah setiap harinya. Masih sekolah saja mereka sudah menjadi perokok, bagaimana bila sudah lulus dan bekerja ? Bahkan banyak pengangguran yang juga menjadi perokok aktif, padahal tidak mempunyai sumber penghasilan. Bisa ditebak kira-kira siapa yang dimintai uang setiap hari untuk membeli rokok.Mana Upaya Tegas Pemerintah?
Sampai hari ini tidak terlihat sedikitpun adanya upaya dari pemerintah untuk mengurangi jumlah produksi rokok di Indonesia. Tidak ada pembatasan jumlah produksi bagi perusahaan rokok, dan juga tidak ada pembatasan jumlah pabrik rokok di Indonesia (di sini kita tidak mengatakan upaya menutup pabrik rokok, karena akan dipersoalkan dengan masalah nasib pekerja pabrik rokok dan pendapatan negara melalui cukai). Dan juga yang tidak kalah pentingnya adalah tidak ada pembatasan dengan tegas sekaligus sanksi bagi yang melanggar wilayah-wilayah publik yang tidak boleh ada asap rokoknya. Kecuali mungkin di dalam pesawat terbang, di dalam bioskop sekelas Studio 21 dan di ruang tunggu dokter, rumah sakit atau di dalam bis ber-AC.
Peringatan di Bungkus Rokok sekedar Basa-Basi

Pun begitu dengan hari yang diperingati sebagai Hari Bebas Tembakau ini. Di hari ini katanya diharapkan para perokok aktif meninggalkan kebiasaan merokoknya dan orang-orang yang bukan perokok (perokok pasif) bisa merasakan sehari bebas dari asap rokok. Tapi hal ini rasanya belum cukup, hari ini pun seharusnya semua pabrik rokok di dunia berhenti berproduksi dan semua pedagang rokok menghentikan kegiatan jual belinya, begitu juga semua iklan produk rokok ditutup di seluruh dunia. Bagaimana? Apakah yang demikian sudah terjadi sepenuhnya?
Rabu, 12 Mei 2010
HIJAUKAN ALAM DARI MEJA KERJA ANDA
Ketika pohon terakhir ditebang, manusia baru akan sadar betapa tidak bergunanya uang.

Seberapa banyak anda mempergunakan kertas untuk mencetak di kantor setiap harinya? Jawabannya pasti beragam dari yang hanya terbilang satuan hingga puluhan lembar. Tetapi tahukah anda bahwa dengan kita menghemat penggunaan kertas berarti juga kita dapat menghemat air? Lantas, dimana hubungan antara keduanya?
Ternyata untuk membuat selembar kertas ukuran A4, setidaknya dibutuhkan air sebanyak 400 ml, alias setara dengan dua gelas. Sedangkan kita semua tahu bahwa air saat ini merupakan barang yang termasuk langka dan harus dihemat sebisa mungkin. Tapi tidak hanya itu saja, menghemat pemakaian kertas berarti juga ikut menyelamatkan hutan-hutan di bumi ini yang semakin merana karena habis ditebangi hingga gundul. Ini semua dikarenakan bahan baku kertas 95 persennya adalah kayu.
Artinya secara tidak langsung kita juga turut serta dalam proses penggundulan hutan itu. Dan sekarang itu menjadi tanggung jawab kita semua. Banyak sebetulnya yang dapat kita lakukan baik di rumah maupun di kantor untuk mengurangi konsumsi kertas, ayo lakukan dari sekarang.
Gunakan Secara Maksimal

Ajakan untuk menggunakan kertas di dua sisi, jangan hanya dianggap sebagai slogan belaka. Cara yang tampaknya mudah ini masih belum banyak dipraktekkan orang. Padahal jika ajakan ini dilakukan, maka penghrematan besar akan kita dapatkan. Mulailah gunakan kertas di dua sisi.
Lihatlah sekitar meja kerja anda, berapa banyak lembar kertas yang sekedar ”singgah” ke meja kita. Koran, majalah, tagihan kartu kredit, brosur sampai tisu, dapat dengan mudah kita temukan di sekitar meja kerja kita. Kertas tagihan, brosur penawaran atau selebaran yang masih memiliki sisi kosong jangan langsung dibuang. Pisahkan kertas yang masih dapat dipakai di tempat khusus. Potong kertas-kertas tersebut menjadi kertas-kertas kecil dan bagian yang masih kosong dapat digunakan sebagai sebuah memo kecil atau pencatat pesan telepon.
Go Online!

Sebagian dari kita biasa menggunakan sebuah personal komputer. Mulailah membiasakan diri untuk ”hidup tanpa kertas”, misalnya menerima dan mengirimkan informasi secara digital, alihkan tagihan kartu kredit dan tagihan telepon yang dikirimkan lewat pos setiap bulannya dengan tagihan lewat surat elektronik (email). Dengan begitu kita sudah ikut mengurangi penggunaan kertas yang tidak perlu.
Kembali Ke Masa Lalu
Perkembangan teknologi semakin hari semakin canggih. Tetapi tidak ada salahnya jika kita kembali ke kebiasaan masa lalu yang ternyata dapat menghemat kertas. Sekarang ini kita terbiasa membersihkan segala sesuatu dengan tisu. Membersihkan keringat di wajah, menggunakan tisu. Minuman tumpah, airnya diserap dengan tisu. Tangan basah sehabis cuci tangan, dikeringkan dengan tisu. Akibatnya gumpalan tisu itu menumpuk di tempat sampah.

Karena sifatnya yang sekali pakai, menjamin tisu lebih higienis. Namun perlu diingat bahwa konsumsi tisu yang sangat besar di seluruh dunia akan membawa dampak besar pula bagi penggundulan hutan. Penghematan pemakaian tisu pasti akan memberi dampak yang cukup besar bagi kelestarian alam.
Lalu bagaimana mengurangi pemakaian tisu? Kita bisa gunakan lap berbahan kain untuk di dapur, di wastafel, dan sebagai penyeka muka. Kain dapat dicuci dan dipakai berulang-ulang dan yang lebih penting tidak menghasilkan limbah kertas.
Ayo mulai sekarang, selamatkan dunia dari meja kerja anda. Jangan sampai ketika pohon terakhir ditebang, kita baru akan sadar bahwa betapa tidak bergunanya uang. Go Green..Go..Go..Go..
Ikuti juga Lomba Menulis Artikel Ilmiah IATMI 2010.
Untuk keterangan lebih lanjut klik di IATMI Cirebon.
Ikuti juga Lomba Menulis Artikel Ilmiah IATMI 2010.
![]() |
Rabu, 28 April 2010
PELESTARIAN LINGKUNGAN
Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orang-orangnya jahat, tapi karena orang-orangnya tak perduli.
Jika kita cermati isi dari berita beberapa tahun terakhir ini, setiap kali memasuki pergantian musim, baik dari musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya, ternyata peristiwa itu banyak menelan korban, baik korban jiwa maupun harta benda. Tanpa kita semua sadari, hal ini sebenarnya merupakan akibat dari terjadinya kerusakan lingkungan yang amat memprihatinkan.
Dengan dalih kepentingan bangsa dan guna memacu pembangunan perekonomian, membuat kita semua lalai untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam raya ini. Akibatnya semakin banyak lingkungan yang rusak parah dan kehilangan keseimbangan ekosistemnya. Dan seperti sudah menjadi sebuah ”lagu wajib” bahwa hal mengerikan semacam ini hanya dianggap sebagai fenomena sebuah bencana alam.
Hari ini, mungkin kerusakan lingkungan semakin parah. Untuk itu, perbaikan lingkungan hidup harus segera dilakukan dengan sangat serius yang melibatkan semua pihak, khususnya pemerintah yang memiliki kekuatan penuh dalam upaya perbaikan lingkungan hidup.
Perbaikan lingkungan hidup bukanlah isu baru dalam perjuangan pelestarian lingkungan. Dunia melalui Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup di Sotckholm tahun 1972 dan Deklarasi Lingkungan Hidup KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992 telah menyepakati prinsip dalam pengambilan keputusan pembangunan harus memperhatikan dimensi lingkungan dan manusia, serta KTT Pembangunan Berkelanjutan di Johannesberg Tahun 2002 yang membahas mengatasi kemerosotan kualitas lingkungan hidup.
Lingkungan Hidup itu sendiri apa sih? Pertanyaan mendasar ini harus kita jawab sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Lingkungan hidup merupakan ruang kehidupan yang terdiri dari beberapa komponen yang saling berinteraksi secara seimbang. Proses interaksi ini disebabkan oleh fungsi yang berbeda dari masing-masing individu makhluk hidup, dimana tiap individu itu berusaha menjaga dan mempertahankan eksistensi dan fungsinya masing-masing.
Kita sudah sering menyaksikan bencana yang terjadi, karena memang wilayah Indonesia berada di daerah yang rentan akan terjadinya bencana, seperti gempa bumi, tsunami, longsor dan lain-lain. Belajar dari bencana yang telah terjadi, kita tidak usah mencari kambing hitam siapa yang salah dan siapa yang benar. Tapi, kerjakan yang terbaik (do the best) untuk kehidupan dan lingkungan hidup di sekitar kita. Bencana memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kondisi lingkungan hidup kita. Untuk itu, melestarian lingkungan hidup merupakan solusi terbaik dalam rangka meminimalisir terjadinya bencana.
Namun perlu diakui masih banyak kekurangan di sana sini yang mengakibatkan tidak terwujudnya tujuan yang hendak dicapai, yaitu bentuk upaya pelestarian yang dilakukan masih bersifat sporadis dan tidak terintegrasi dengan bagian-bagian lainnya. Inilah titik lemah dari seruan yang dikumandangkan untuk melestarikan lingkungan, atau dengan kata lain upaya tersebut tidak lebih dari gerakan moral semata.
Oleh karena itu, ke depan upaya pelestarian lingkungan hidup hendaknya diubah. Upaya yang semula hanya sebagai gerakan moral diubah menjadi sebuah gerakan sosial. Gerakan sosial dalam pelestarian lingkungan hidup diartikan sebagai rangkaian upaya pelestarian yang menekankan adanya tertib sosial dan tertib implementasi dengan tujuan untuk mewujudkan eksistensi beserta interaksi komponen lingkungan.
Tertib sosial menekankan pada kepatuhan pelaku-pelaku pelestarian ligkungan hidup terhadap rambu-rambu sosial yg telah ada. Tertib implementasi menekankan pada landasan idiil yang digunakan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup, bahwa setiap upaya didasarkan pada alasan-alasan yang diakui kebenaranya secara ilmiah.
Jika hal di atas dapat dilakukan dengan baik, maka upaya pelestarian lingkungan andaipun tidak berhasil, minimal tidak memperparah keadaan yang memang sudah sedemikian parah. Benar kata orang bijak, saat pohon terakhir ditebang, maka orang akan sadar bahwa uang bukan segalanya.
Untuk keterangan lebih lanjut klik di IATMI Cirebon.
Senin, 02 Februari 2009
EARTH HOUR 2009
Earth Hour 2009 - Sign up for Earth Hour!
Earth Hour merupakan kampanye global WWF untuk menekan laju perubahan iklim. Diharapkan semua komponen masyarakat baik individu, pelaku bisnis maupun pemerintah akan mematikan lampu selama 1 jam pada hari Sabtu, tanggal 28 Maret 2009 pukul 20:30-21:30.
74 kota di 62 negara telah berkomitmen melaksanakan Earth Hour 2009.
GABUNG BERSAMA KAMI, DUKUNG EARTH HOUR
Apa itu Earth Hour?
Earth Hour merupakan kampanye perubahan iklim global WWF. Individu, pelaku bisnis, pemerintah akan mematikan lampu selama 1 jam dalam rangka menunjukkan dukungan terhadap penanggulangan perubahan iklim. Tahun 2009, Earth Hour menargetkan dapat menjangkau 1 milyar orang di 1000 kota.
Kapan?
Sabtu, 28 Maret 2009 pukul 20.30 – 21.30 (waktu setempat).
Dimana?
Kota-kota yang berkomitmen turut serta dalam kampanye Earth Hour 2009 antara lain :
| 1 . Adelaide (Australia) | 38 . Manila (Filipina) |
| 2 . Brisbane (Australia) | 39 . Gdansk (Polandia) |
| 3 . Canberra (Australia) | 40 . Lodz (Polandia) |
| 4 . Darwin (Australia) | 41 . Poznan (Polandia) |
| 5 . Hobart (Australia) | 42 . Torun (Polandia) |
| 6 . Melbourne (Australia) | 43 . Warsaw (Polandia) |
| 7 . Perth (Australia) | 44 . Lisbon (Portugal) |
| 8 . Sydney (Australia) | 45 . Moscow (Russia) |
| 9 . Santa Cruz de la Sierra (Bolivia) | 46 . Petropalovsk-Kamchatsky (Russia) |
| 10 . Sofia (Bulgaria) | 47 . Singapore City (Singapore) |
| 11 . Toronto (Canada) | 48 . Cape Town (Afrika Selatan) |
| 12 . Hong Kong (Republik Rakyat Cina) | 49 . Ekero (Swedia) |
| 13 . San Jose (Costa Rica) | 50 . Gothenberg (Swedia) |
| 14 . Aalborg (Denmark) | 51 . Kalmar (Swedia) |
| 15 . Copenhagen (Denmark) | 52 . Kiruna (Swedia) |
| 16 . Odense (Denmark) | 53 . Lilla Edet (Swedia) |
| 17 . Ponphei (Persekutuan Micronesia) | 54 . Malmö (Swedia) |
| 18 . Suva (Fiji) | 55 . Mullsjo (Swedia) |
| 19 . Espoo (Finlandia) | 56 . Nassjo (Swedia) |
| 20 . Helsinki (Finlandia) | 57 . Norrkoping (Swedia) |
| 21 . Guatemala City (Guatemala) | 58 . Orebro (Swedia) |
| 22 . Bologna (Itali) | 59 . Sodertalje (Swedia) |
| 23 . Florence (Itali) | 60 . Ulricehamn (Swedia) |
| 24 . Milan (Itali) | 61 . Vaxjo (Swedia) |
| 25 . Naples (Itali) | 62 . Ystad (Swedia) |
| 26 . Palermo (Itali) | 63 . Istanbul (Turki) |
| 27 . Rome (Itali) | 64 . Abu Dhabi (UAE) |
| 28 . Turin (Itali) | 65 . Dubai (UAE) |
| 29 . Venice (Itali) | 66 . Fujairah (UAE) |
| 30 . Amman (Jordan) | 67 . Sharjah (UAE) |
| 31 . Mexico City (Mexico) | 68 . London (UK) |
| 32 . Auckland (New Zealand) | 69 . Chicago (USA) |
| 33 . Christchurch (New Zealand) | 70 . Las Vegas (USA) |
| 34 . Hamilton (New Zealand) | 71 . Los Angeles (USA) |
| 35 . Oslo (Norwegia) | 72 . San Francisco (USA) |
| 36 . Tromso (Norwegia) | 73 . Miami (USA) |
| 37 . Trondheim (Norwegia) | 74 . Nashville (USA) |
Landmark/bangunan ciri khas kota-kota dunia yang berkomitmen berpatisipasi pada Earth Hour 2009 antara lain :
• Gedung Opera (Sydney)
• CN Tower (Toronto)
• Table Mountain (Cape Town)
• Adia Building (Abu Dhabi) – bangunan tertinggi di Abu Dhabi
• Burj Dubai (Dubai) – bangunan tertinggi di dunia
• Federation Tower (Moscow)
• Burj al Arab (Dubai) – symbol hotel bintang 6
• Quirinale (Roma) - Rumah dinas Presiden Itali
• National University (Singapore)
• Sky Tower (Auckland)
• Auckland Harbour Bridge (Auckland)
• Helsinki Cathedral (Helsinki)
Kenapa ?
Dampak dari perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi karbon menunjukkan ancaman besar pada kehidupan manusia di bumi. Hanya dengan mengubah sikap masyarakat dunia secara global dalam penggunaan sumber energi yang menghasilkan emisi karbon, kita dapat mengurangi ancaman ini.
Earth Hour merupakan sebuah seruan global dari berbagai pihak baik individu, pelaku bisnis, politisi maupun pemerintah di seluruh dunia bahwa upaya untuk menekan laju perubahan iklim merupakan tanggung jawab bersama.
Apa yang akan dicapai?
Tujuan dari Earth Hour 2009 adalah menjangkau sebanyak mungkin individu, rumah tangga dan pelaku bisnis untuk mematikan lampu mereka serta peralatan elektronik selama 1 jam.
Earth Hour bertujuan untuk mendidik masyarakat dunia tentang ancaman perubahan iklim dan begitu mudahnya bagi individu dan pelaku bisnis untuk melakukan perubahan kecil yang dapat menciptakan perubahan besar dalam keseharian mereka dan operasi perusahaan.
Earth Hour 2009, diharapkan dapat memberikan mandat kepada pemimpin dunia yang akan menghadiri Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Desember 2009 untuk melakukan reformasi lingkungan, yakni dengan menghasilkan kesepakatan baru tentang perubahan iklim menggantikan Protokol Kyoto.
Sejarah Earth Hour
Kampanye Earth Hour ini dimulai di Sydney pada 31 Maret 2007 dimana lebih dari 2 juta orang dan 2000 pelaku bisnis di seluruh kota mematikan lampu dan peralatan elektronik mereka selama 1 jam. Sejak dimulainya kampanye ini, pesan Earth Hour telah mendunia.
Pada tahun 2008, 50 juta orang di 35 negara mematikan lampu mereka sebagai dukungan terhadap Earth Hour yang menyampaikan pesan ke seluruh dunia bahwa aksi individu yang dilakukan secara bersama sesungguhnya dapat mengubah dunia.
Earth Hour 2009 targetkan jangkau 1 milyar orang di 1.000 kota seluruh dunia.
Sumber : www.earthhour.org
Langganan:
Postingan (Atom)







