Kamis, 25 Agustus 2011

Orang Taat, Bayar Zakat


Puasa sudah ...
Buka bersama sudah ...
Sahur bersama sudah ...
Beli baju baru sudah ....

ZAKAT ? .... 


Nah kalau masih bingung dengan cara menghitung zakat, silahkan klik di sini

Selasa, 23 Agustus 2011

Dosa dari Berbohong


Seorang Ustad mengatakan kepada jamaahnya, ” Minggu depan aku berencana akan memberikan materi tentang dosa dari berbohong. Untuk membantu kalian mengerti khutbahku, aku ingin kalian semua membaca Surat Al Mu’min ayat 95 hingga 100.”

Minggu berikutnya, ketika ia bersiap-siap untuk memberikan khutbahnya, sang Ustad menyuruh jamaah untuk mengangkat tangannya. Dia ingin mengetahui berapa banyak yang telah membaca Surat Al Mu’min ayat 95 hingga 100.” Hampir seluruh jamaah mengangkat tangannya.

Sang Ustad tersenyum dan berkata, “Surat Al Mu’min hanya memiliki 85 ayat. Aku akan memulai khutbahku tentang dosa dari berbohong.”

Memang nikmat menertawakan kebodohan diri sendiri

Senin, 08 Agustus 2011

Kehebatan Al-Fatihah

“Sesungguhnya orang yang di rongganya tidak terdapat sedikitpun Al Qur’an adalah seperti rumah yang rusak" (HR.Ahmad,At –Tirmidzi dan Ad-Darimi dari Ibnu Abbas )

Kalo kita semua ditanya... siapa yang tahu dan hapal Surat Al-fatihah? Wuih..pasti semua akan mengacungkan jari... iya kan? Lha gimana nggak... wong anak kecil / TK aja sekarang udah pada pinter baca surat Al-Fatihah yang sangat terkenal itu. Dan dalam acara apapun seringkali surat Al-Fatihah kita baca... benar kan???

Emangnya kehebatan Surat Al-Fatihah itu apa saja sih? Koq sampai semua orang hapal dan paham? Hehehe... kita ulas bersama yuk kehebatan surat Al-Fatihah tersebut. Tapi sebelumnya masih ada nggak ya yang belum tahu? Nih saya tulis lagi ya bacaannya biar kita bisa maknai ayat demi ayatnya


1. بسم الله الرحمن الرحيم
    Bismillahir rahmaanir rahiim
2. الحمد لله رب العالمين
    Alhamdulillahi rabbil’aalamiin
3.الرحمن الرحيم
    Ar Rahmananir rahim
4. مالك يوم الدين
    Maaliki yaumid diin
5. إياك نعبد وإياك نستعين
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin
6. اهدنا الصراط المستقيم

     Ihdinas shiraatal mustaqiim  
7.  صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين

     Siraathal ladziina ’an ‘amta ‘alaihim,ghairil maghduu 
     bi’alaihim,walad dhalliin


Nahhh..itu bacaannya… kita ulas lagi yuk lebih lengkap tentang surat Al-Fatihah ini terutama tentang kehebatannya ya?

Surat Al-Faatihah (Arab: الفاتح , al-Fātihah, "Pembukaan") adalah surat pertama dalam Al-Qur'an. Surat ini diturunkan di Mekah dan terdiri dari 7 ayat. Al-Faatihah merupakan surat pertama yang diturunkan dengan lengkap di antara surat-surat yang ada dalam Al-Qur'an. 

Al Faatihah adalah Ummul Qur'an (induk Al-Quran) atau Ummul Kitab (induk Al-Kitab) karena dia merupakan induk dari semua isi Al-Quran. Dinamakan pula As Sab'ul matsaany (tujuh yang berulang-ulang) karena jumlah ayatnya yang tujuh dan dibaca berulang-ulang dalam shalat.

Semua suka sholat kan? Nah dalam sholat itu kan kita baca surat Al-Fatihah. Tahu nggak kedahsyatannya dalam sholat tersebut? Mari kita kaji lebih dalam lagi ya… tentang kedahsyatan bacaan Al-Fatihah. Mengapa? Karena bacaan Al-Fatihah merupakan bacaan sholat yang bersifat “rukun” yang sangat teristimewa. Dalam tiap ayat yang kita baca, Allah SWT menjawab-Nya hingga menjadikan ayat ini berkedudukan luar biasa. Hebat kan?

Dalilnya?? Nich saya beri info ya…

Dalam hadits qudsi:
Nabi SAW bersabda, “Allah SWT berfirman: Shalat itu Kubagi dua antara Aku dan hamba-Ku. Untuk hamba-Ku ialah apa yang dimintanya". 

Di kala kita membaca "Al-hamdu lillaahi robbil-'aalamien" (Segala puji bagi Alloh tuhan seluruh alam), maka Alloh akan berfirman : "Hamidanii 'abdii", (Hamba-Ku memuji kepada-Ku).

Di kala kita membaca "Arrohmaanir-rohiim" (Dia yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang), maka Alloh akan berfirman : "Atsnaa 'alayya 'abdii" (Hamba-Ku memulyakan pada-Ku).

Di kala kita membaca "Maaliki yaumid-diin" (Dia yang merajai pada hari pembalasan), maka Alloh akan berfirman : "Majjadanii 'abdii" (Hamba-Ku mengagungkan pada-Ku).

Di kala kita membaca "Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin" (Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan), maka Alloh akan berfirman : "Kalimat ini untuk-Ku dan untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta"

Di kala kita membaca " Ihdinashirratal mustaqim, shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi alaihim waladhaalin " (Tunjukan kami jalan lurus. Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya bukan jalan mereka yang di murkai,dan bukan pula jalan mereka yang sesat), maka Alloh akan berfirman : "Kalimat ini semua untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta".
(HR Muslim).

Nah mulai ngeh dan kagumkan??

Subhanallah sungguh luar biasa, ternyata Allah langsung menjawab bacaan sholat kita… Terungkap sudah rahasianya, mengapa Rasulullah membaca Al Faatihah ayat demi ayat (tidak menyambungnya), sebagaimana dikatakan dalam hadits:

“Kemudian beliau SAW membaca Al-Faatihah, beliau memenggalnya ayat demi ayat…” (HR Abu Dawud).

Bagaimana caranya Allah menjawab bacaan kita, jangan dibayangkan seperti kita sedang “ngobrol” dengan sesama manusia karena masalah seperti itu termasuk “mutasyabihat”. . Jadi, saran agar kita jeda pada setiap ayat itu, alasannya bukan “soalnya kalau kita membacanya tidak pakai jeda, nanti Allah repot menjawabnya”. Allah itu maha suci dari segala kekurangan, tidak ada sesuatu yang akan membuat-Nya repot.

Kita disarankan untuk membacanya dengan jeda, maksudnya agar kita lebih bisa menghayati makna dan arti dari setiap ayat yang kita baca. Dengan kita menghayati setiap ayat dan setiap kalimat yang kita baca dalam sholat, mudah-mudahan dapat membantu kita untuk mendapatkan sholat yang khusyu’.
 
Sekarang gimana sih susunan surah Al-Fatihah tersebut?

Hmm... kita simak lagi yuk... Coba lihat susunan surah ini. Allah mengajarkan kita bagaimana cara “berdoa” (baca : memohon) dengan benar. Dari total 7 ayat, 5 ayat pertama seluruhnya berisi pujian kepada Allah (5/7 x 100 = 70%).

Seolah Allah mengajarkan / memberitahukan, bila seseorang ingin memohon, seyogyanya 70% itu diawali dengan memuji. Itulah patronnya. Pantaslah jika selesai shalat mestinya tidak langsung angkat tangan dan berdoa. Setidaknya baca dulu puji-pujian, baca 33x Subhanallah, 33x Alhamdulillah, 33x Allahu Akbar. Baru setelah merasa cukup (70% minimal), silahkan mengangkat tangan dan memohon.

Nah mulai jelaskan??

Tapi ingat nich ada tahapannya secara rinci yakni:

Pertama sekali adalah : fokus (niat, kejelasan). Dalam hal ini direprensentasikan dalam kalimat bassamallah
Kedua     : Memuji (Subhanallah)
Ketiga     : Bersyukur (Alhamdulillah)
Keempat : Tegaskan pujian kita (Allahu Akbar)
Kelima     : Akui kelebihan-Nya, kehebatan-Nya (Laillahaillallah)
Kelima     : Akui kelemahan diri, tunjukkan tingginya tingkat 
                 kebutuhan hingga perlu memohon (reasoning), 
                 barulah kemudian memohon pada-Nya.


Udah dulu ya….