Jumat, 30 April 2010

MAYDAY : Hari Buruh Sedunia

" Kita tidak akan kehilangan apapun, selain belenggu kita sendiri "


Besok, tanggal 1 Mei, kaum buruh sedunia akan memperingati suatu momentum penting, satu hari yang sangat mengandung arti historis (sejarah) dari perjuangan kaum buruh melawan kekuasaan pemilik modal (kapitalis) dan Negara yang menindasnya.

Sejarah Singkat Lahirnya Mayday

Perkembangan kapitalisme industri di awal abad 19 menandakan perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara-negara kapitalis Barat. Pengetatan disiplin dan pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya kondisi kerja di tingkatan pabrik, telah menuai amarah dan perlawanan dari kalangan baruh. Pada masa itu kaum buruh diharuskan bekerja selama 19 sampai 20 jam per harinya. Kaum buruh memulai perjuangan untuk menuntut dikuranginya jam kerja, bagi buruh, tuntutan ini kemudian menjadi agenda bersama untuk diperjuangkan. Pada tanggal 1 May 1886, sekitar 400.000 buruh mengadakan demonstrasi besar-besaran, yang kemudian mendapat represi dari polisi, para demonstran ditembaki sehingga ratusan orang tewas dan para pemimpinnnya dihukum mati (peristiwa ini kemudian dikenal dengan tragedi Haymarket 4 mei 1886).

Peristiwa tersebut kemudian ditetapkan sebagai momentum hari buruh pada Kongres Sosialis Dunia dibulan Juli 1889, yang diselenggarakan di Paris, dan mengeluarkan resolusi bahwa “Sebuah aksi internasional besar harus diorganisir pada satu hari tertentu dimana semua negara dan kota-kota pada waktu yang bersamaan, pada satu hari yang disepakati bersama, menuntut agar pemerintah secara legal mengurangi jam kerja menjadi 8 jam per hari”.

Resolusi ini mendapat sambutan yang hangat dari berbagai negara. Meskipun mendapat tekanan keras dari pemerintah setempat, sejak tahun 1890 tanggal 1 Mei (yang diistilahkan dengan Mayday) diperingati oleh kaum buruh di berbagai negara,. Indonesia pada tahun 1920 juga mulai memperingati hari Buruh setiap tanggal 1 Mei ini, namun sejak Orde Baru berkuasa, peringatan seperti itu dilarang pemerintah.

 
Bagaimanakah Kondisi Kaum Buruh Sekarang?

Sistem kapitalisme terbukti telah menyengsarakan jutaan kaum buruh dan rakyat miskin lainnya, krisis ekonomi global yang terjadi pada tahun lalu dan hingga sekarang dampaknya masih kita rasakan, telah membuat jutaan buruh menjadi pengangguran baru, pemotongan subsidi dan jaminan sosial kesejahteraan rakyat, penyalahgunakan uang dari rakyat yang dikumpulkan negara lewat pajak untuk menalangi perusahaan-perusahaan yang bangkrut dan lain sebagainya.

Di dalam sistem kapitalisme, rakyat terutama kaum buruhlah yang selalu menjadi korban, saat ini misalnya, kita dapat merasakan sendiri bagaimana sistem ini telah membuat tenaga kita dihargai sangat murah, upah yang kita terima masih jauh dikatakan layak, seringkali kita terpaksa harus lembur untuk menutupi kebutuhan hidup yang terus meningkat, sehingga kita tidak punya lagi kesempatan untuk beristirahat, bersosialisasi dengan keluarga atau teman, belajar dan lain sebagainya. Tidak hanya itu saja, dari hari ke hari kaum buruh juga semakin tidak memiliki kepastian kerja, maraknya praktek outsourcing, sistem kerja kontrak dan telah membuat posisi kaum buruh lemah dihadapan kapitalis, dapat sewaktu-waktu di PHK jika perusahaan menghendaki dan masih banyak praktek-praktek lainnya.

Lalu apa peran Negara selama ini untuk melindungi kaum buruh? 

Selama ini negara hanyalah bertindak sebagai pembela setia kaum kapitalis, pemerintahlah yang selama ini menetapkan upah murah bagi buruh, menetapkan undang-undang outsourcing dan sistem kontrak yang merugikan posisi tawar kaum buruh dan lain sebagainya, yang itu semua diberlakukan di pabrik-pabrik tempat kita bekerja.

Pemerintah melalui dinas tenaga kerja dan transmigrasinya (disnakertrans) juga tidak pernah membela kaum buruh, kasus-kasus perburuhan yang diajukan ke disnakertrans tidak pernah dimenangkan atau seringkali disnakertrans mencari-cari kelamahan kaum buruh ketika berhadapan dengan pengusaha.

Semua ini tidaklah lepas dari karakter/watak dari Negara kapitalis, peraturan-peraturannya, kebijakan-kebijakannya, pengawasannya terhadap praktek-praktek yang merugikan kaum buruh selalu ada di depan kita.

Rabu, 28 April 2010

PELESTARIAN LINGKUNGAN

Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami, bukan karena orang-orangnya jahat, tapi karena orang-orangnya tak perduli.

Jika kita cermati isi dari berita beberapa tahun terakhir ini, setiap kali memasuki pergantian musim, baik dari musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya,  ternyata peristiwa itu banyak menelan korban, baik korban  jiwa maupun harta benda. Tanpa kita semua sadari, hal ini sebenarnya merupakan akibat dari terjadinya kerusakan lingkungan yang amat memprihatinkan.
 
Dengan dalih kepentingan bangsa dan guna memacu pembangunan perekonomian, membuat kita semua lalai untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam raya ini. Akibatnya semakin banyak lingkungan yang rusak parah dan kehilangan keseimbangan ekosistemnya. Dan seperti sudah menjadi sebuah ”lagu wajib” bahwa hal mengerikan semacam ini hanya dianggap sebagai fenomena sebuah bencana alam.

Hari ini, mungkin kerusakan lingkungan semakin parah. Untuk itu, perbaikan lingkungan hidup harus segera dilakukan dengan sangat serius yang melibatkan semua pihak, khususnya pemerintah yang memiliki kekuatan penuh dalam upaya perbaikan lingkungan hidup.
   
Perbaikan lingkungan hidup bukanlah isu baru dalam perjuangan pelestarian lingkungan. Dunia melalui Konferensi PBB tentang Lingkungan Hidup di Sotckholm tahun 1972 dan Deklarasi Lingkungan Hidup KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992 telah menyepakati prinsip dalam pengambilan keputusan pembangunan harus memperhatikan dimensi lingkungan dan manusia, serta KTT Pembangunan Berkelanjutan di Johannesberg Tahun 2002 yang membahas mengatasi kemerosotan kualitas lingkungan hidup. 

Lingkungan Hidup itu sendiri apa sih? Pertanyaan mendasar ini harus kita jawab sebelum melangkah ke tahap berikutnya. Lingkungan hidup merupakan ruang kehidupan yang terdiri dari beberapa komponen yang saling berinteraksi secara seimbang. Proses interaksi ini disebabkan oleh fungsi yang berbeda dari masing-masing individu makhluk hidup, dimana tiap individu itu berusaha menjaga dan mempertahankan eksistensi dan fungsinya masing-masing.

Kita sudah sering menyaksikan bencana yang terjadi, karena memang wilayah Indonesia berada di daerah yang rentan akan terjadinya bencana, seperti gempa bumi, tsunami, longsor dan lain-lain. Belajar dari bencana yang telah terjadi, kita tidak usah mencari kambing hitam siapa yang salah dan siapa yang benar. Tapi, kerjakan yang terbaik (do the best) untuk kehidupan dan lingkungan hidup di sekitar kita. Bencana memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan kondisi lingkungan hidup kita. Untuk itu, melestarian lingkungan hidup merupakan solusi terbaik dalam rangka meminimalisir terjadinya bencana. 
 
Namun perlu diakui masih banyak kekurangan di sana sini yang mengakibatkan tidak terwujudnya tujuan yang hendak dicapai, yaitu bentuk upaya pelestarian yang dilakukan masih bersifat sporadis dan tidak terintegrasi dengan bagian-bagian lainnya. Inilah titik lemah dari seruan yang dikumandangkan untuk melestarikan lingkungan, atau dengan kata lain upaya tersebut tidak lebih dari gerakan moral semata. 
 
Oleh karena itu, ke depan upaya pelestarian lingkungan hidup hendaknya diubah. Upaya yang semula hanya sebagai gerakan moral diubah menjadi sebuah gerakan sosial. Gerakan sosial dalam pelestarian lingkungan hidup diartikan sebagai rangkaian upaya pelestarian yang menekankan adanya tertib sosial dan tertib implementasi dengan tujuan untuk mewujudkan eksistensi beserta interaksi komponen lingkungan. 
 
Tertib sosial menekankan pada kepatuhan pelaku-pelaku pelestarian ligkungan hidup terhadap rambu-rambu sosial yg telah ada. Tertib implementasi menekankan pada landasan idiil yang digunakan dalam upaya pelestarian lingkungan hidup, bahwa setiap upaya didasarkan pada alasan-alasan yang diakui kebenaranya secara ilmiah.
Jika hal di atas dapat dilakukan dengan baik, maka upaya pelestarian lingkungan andaipun tidak berhasil, minimal tidak memperparah keadaan yang memang sudah sedemikian parah. Benar kata orang bijak, saat pohon terakhir ditebang, maka orang akan sadar bahwa uang bukan segalanya. 

Ikuti juga Lomba Menulis Artikel Ilmiah IATMI 2010. 

Untuk keterangan lebih lanjut klik di IATMI Cirebon.
 

Kamis, 15 April 2010

KESALAHAN MENDASAR DALAM BERFACEBOOK



Menyambung tulisan terdahulu tentang facebook (Melihat Kepribadian Lewat Status Facebook dan Facebook yang melenakan), kepribadian seorang akan dengan mudah ditebak dari tampilan dan status facebooknya. Jadi, jangan sembarang menulis atau meng-upload sesuatu di account anda. Berikut adalah hal-hal yang sedapat mungkin dihindari dalam berfacebook ria.  
 
1.
Foto Profil

Jangan pernah menampilkan foto profil yang kurang “sopan”. Sekilas tidak ada yang salah dari memasang foto profil yang menunjukkan anda sedang berpose menggoda atau menenggak sebotol minuman keras. Namun jika foto tersebut dilihat oleh atasan dan rekan kerja anda, maka image profesional anda akan langsung runtuh.

2.
Mengeluh

Kadang kita menulis keluhan pada status kita. Bisa berupa keluhan tentang pekerjaan yang menumpuk, atau uneg-uneg akan atasan yang tidak kompeten. Mengeluh itu wajar, namun jika anda melakukannya di forum publik, bisa lain ceritanya.

3.
Mengadu

Hati-hati saat menulis status seperti, "Tommy nggak masuk hari ini karena "sakit", padahal lagi liburan di Bali. Sementara aku terkurung dengan kerjaan yang menumpuk." Bukan hanya nama baik teman anda saja yang dipertaruhkan, tapi juga kredibilitas anda sendiri. Anda akan terlihat licik dan tidak dapat dipercaya.

4.
Privacy Setting

Gunakan fasilitas Privacy Setting agar kita dapat mengatur siapa saja yang bisa melihat profil lengkap kita, siapa yang tidak bisa melihat foto-foto tertentu, dan sebagainya. Sayangnya, tidak semua pengguna Facebook memanfaatkan fasilitas ini. Bahkan banyak yang tidak mengerti atau tidak tahu sama sekali.

5.
Pencemaran Nama Baik

Anda sudah menjaga halaman Facebook anda baik-baik sehingga terlihat profesional. Tiba-tiba seorang teman meng-upload foto anda yang sedang mabuk, dan tentunya tak lupa men-tag anda. Rajin-rajinlah mengecek Facebook anda sehingga bisa langsung menghapus konten yang tidak diinginkan.


Rabu, 07 April 2010

Melihat Allah di Gang Dolly


Pernah baca atau dengar berita di bawah ini.....

Operasi razia pekerja seks komersial (PSK) dan lelaki hidung belang sebenarnya hal yang biasa dilakukan. Namun cerita di balik razia di Gang Dolly, Surabaya Rabu 17 Maret 2010 malam tidak biasa.

Seorang pria asing berkewarganegaraan Amerika Serikat mengaku sebagai Marinir AS. Dalam keadaan mabuk dia menunjukkan lencana dan mengaku datang ke Surabaya dalam rangka pengamanan kedatangan Presiden AS, Barack Obama. (Dikutip dari VIVAnews, 18 Maret 2010).

Yang menjadi pertanyaan apa mereka itu ke Surabaya hanya ingin mencoba kelezatan “ayam kampung” Gang Dolly atau memang sengaja di tugaskan ke Surabaya dalam rangka pengamanan presidennya? Kalau pertanyaan kedua yang benar, apa mungkin Presiden Obama akan mampir juga ke Gang Dolly, sehingga para pengawalnya “pada blusukan” di Gang Dolly? kayaknya mengada-ada dan ngawur deh. (Dikutip dari Kompasiana)
 

Sebagian besar dari kita tahu, jika Gang Dolly di kota Surabaya sudah lama menjadi ideologi besar bagi petualang syahwat. Penganutnya telah turut menebarkan virus ke seantero nusantara, karena Gang Dolly telah menjadi ideologi syahwatisme, kultur dan sebagian dijadikan sebagai "agama" bagi para petualang syahwat. 

Dan dari gang inilah, sebuah pertanyaan timbul ; "Apakah seseorang bisa bertemu Allah dan menyaksikan Allah di Dolly atau di pusat perjudian Las Vegas?"

Tentu ini pertanyaan yang nyeleneh atau bahkan kelewat berani. Tapi karena kita tahu bahwa Allah selalu ada dimana pun kita berada, maka kita ingin tahu bagaimana caranya menyaksikan Allah itu. Bagaimana pula penampilan Allah dalam kehidupan jagad semesta ini, termasuk jagad baik dan jagad maksiat,  jagad peradaban maupun jagad kriminal, jagad ekstase Ilahiyah dan jagad eksotisme paha-dada korban seks?

Dan jawaban dari pertanyaan di atas adalah "Bisa!" Karena siapa pun harus bisa menyaksikan Allah di mana-mana. Termasuk di tempat tumpahnya sperma hina yang haram itu seperti Dolly atau sejenisnya. Di lokalisasi, pinggir jalan, rel kereta, sampai di hotel berbintang, Dollisme sama sekali tidak bisa menghapus pandangan hati seseorang kepada Allah. 

Hanya saja, ketika kita menyaksikan Allah di masjid, di tempat ibadah, atau di tempat mana kebaikan ditaburkan, rasanya kita begitu jelas melihat Allah dengan keagungan-Nya. Maka di sanalah sesungguhnya penampilan Allah dengan baju Asmaul Husna-Nya: Yang Maha Kasih, Maha Melindungi, Maha Merahmati, Maha Mengampuni, Maha Lembut, dan Maha Mengangkat derajat hamba-Nya.

Tapi apakah Allah itu juga ada di Gang Dolly, di perjudian Las Vegas atau di tempat sejenis itu? Sama saja! Tetap ada dan harus ada. Hanya saja nama Allah yang tampil di sana adalah nama-Nya Yang Maha Menghina, Maha Menyiksa, Maha Membalas atas perbuatan hamba-Nya, dan nama-nama-Nya yang memaksa.

Bagi manusia yang sadar, ia akan tahu ketika ia ingin meliarkan nafsunya, maka ia akan tergugah, jangan-jangan Allah sedang menghina saya. Jangan-jangan Allah sedang menyiksa saya, lalu saya ditakdirkan mengikuti aliran Dollisme. Jangan-jangan Allah menyiksa dengan makian yang menjijikkan, ketika saya mau berzinah, mau berjudi, mau korupsi, mau maling uang negara, atau mau menipu rakyat.


Maka, dengan kesadaran akan penampilan Allah di mana-mana, tanpa ada ikatan warna, ruang, waktu, dan bentuk, sesungguhnya anda akan bisa mengendalikan diri anda dalam segala hal.

Nah, melihat Allah tidak hanya di tempat ibadah saja. Tetapi di balik ketiak para pelacur atau di balik tumpukan kertas setan dalam togel, bahkan di balik gambar angka yang penuh dengan api neraka, atau di balik uang korupsi kita juga bisa melihat.

Dan (gang) Dolly sendiri dalam bahasa Arab artinya orang yang tersesat. Tapi tenang, Al Qur’an sendiri pernah menyuruh kita agar kita bukan termasuk golongan orang yang tersesat. Waladh-Dholliyn.
.

Senin, 05 April 2010

Membayangi Bayang-Bayang










Bayang-bayang kentara lantaran kirana jua
Bayang-bayang pun tak usah dihalau,
karena begitulah adanya:
datang tanpa diundang, pergi tanpa dipinta

Bayang-bayang bukanlah mistar hasrat,
melainkan antara ada tiada:
dekat tapi tak tergapai.
.