Kamis, 28 Oktober 2010

Negeriku Negeri SUMPAH. . .


Pernah ada…..SUMPAH Palapa,
Yang paling membanggakan…..SUMPAH Pemuda,
Yang paling serem….. SUMPAH Pocong,
Yang sering dilanggar….. SUMPAH Jabatan,
Yang paling sering terdengar….. SUMPAH Serapah !

SUMPAH pun akhirnya merajalela…

SUMPAH….. Aku hanya makan gaji,
SUMPAH….. Kami tidak korupsi,
SUMPAH….. Kami tak mengadakan kolusi,
SUMPAH….. itu bukan korupsi,
SUMPAH….. itu hanya komisi,
SUMPAH….. itu jerih payah kami,
SUMPAH…. Itu warisan orang tua….

SUMPAH . . . ?!?!?!

“Eh, asal kalian tahu saja ya….. aku tuh nggak pernah berSUMPAH, serius nih…SWEAR deH !!!”

SUMPAH…..?!?!?!
Ingat, dilarang membuang SUMPAH sembaranga dan buanglah SUMPAH pada tempatnya… ha..ha..ha.. (kabur ah sebelum disumpah'in orang…..)

Senin, 25 Oktober 2010

82 Tahun Sumpah Pemuda… kok masih begitu saja…


Kalau saja hari ini nggak sengaja lihat kalender, mungkin bakalan lupa kalau sebentar lagi kita akan memperingati salah satu hari bersejarah bagi bangsa kita. Ya tanggal 28 Oktober nanti, kita akan sama-sama memperingari Hari Sumpah Pemuda.

Pikiran kita dibuat melayang kembali ke masa kecil saat SD dulu, setiap memperingati hari Sumpah Pemuda atau hari bersejarah lainnya mesti diadakan upacara bendera. Dan seperti biasa Pembina Upacara membacakan teks Pancasila dan Sumpah Pemuda diikuti oleh peserta upacara. Nggak tahu kenapa mesti pakai baca teks segala, sebenarnya (seharusnya) pembina upacara kan hafal Pancasila dan Sumpah Pemuda, nggak mungkinlah seorang guru (pembina upacara) nggak hafal Pancasila dan Sumpah Pemuda, tapi kenapa kok mesti harus bawa draft segala ya? (ha..ha..ha.. bukannya nggak hafal.... tapi memang nggak pernah menghafal …)


Jangan tertawa dulu, sekarang apa kalian juga masih hafal…?? Wah masih ada yang hafal tuh. Bagi yang sudah lupa, nih teks Sumpah Pemuda yang dikumandangkan pada tahun 1928 :

SOEMPAH PEMOEDA

Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA

Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA

Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA

Djakarta, 28 Oktober 1928


Jadi semangat nih baca sumpah pemuda, habis serasa tambah muda lima tahun, hehehe…

Tapi dibaca dulu, diingat-ingat lagi, masih sama nggak dengan yang di rekam sama otak kita masing-masing. Sebuah pengakuan tentang semangat persatuan yang diikrarkan 82 tahun lalu. Sebuah pesan yang nilai-nilainya masih cocok nggak dengan apa yang kita lihat sekarang.

Bagaimana sih manifestasinya semangat persatuan di masa kini? Masih membedakan kasta? Masih membedakan warna? Masih membedakan isi hati? Atau semua dipukul rata yang berdampak semua bisa diajak kawin?

Entahlah, sekarang ini semangat persatuan muncul jika diperlukan saja. Selebihnya hitung-hitungan kawan-lawan, untung-rugi atau menang-kalah.. Semoga saja yang satu ini aku salah….

Atau perlu ditambahkan lagi isi Sumpah Pemuda, seperti apa yang kawan-kawan mahasiswa pernah teriakkan beberapa waktu lalu :

Kami pemuda Indonesia mengaku bertanah air satu, tanah air tanpa penindasan.
Kami pemuda Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa yang gandrung akan keadilan.
Kami pemuda Indonesia mengaku berbahasa satu, bahasa kebenaran.

82 Tahun Sumpah Pemuda… kok masih begitu saja…



Rabu, 13 Oktober 2010

Mie Instan



Bicara soal mie instan, hampir semua umur menikmati makanan praktis tersebut. Selain cara menyajikannya yang sangat mudah, mie instan mempunyai sesuatu yang khas dan bisa 'membius' para penikmatnya walaupun hanya mencium aromanya. Banyak dari kita terutama anak kecil suka mie instan. Ini karena rasa mie instan yang gurih sekali karena memakai berbagai bumbu yang tak jarang berbahaya bagi kesehatan seperti MSG, perasa buatan sehingga rasanya jadi seperti rasa ayam, sapi, bakso, dan sebagainya.

Tapi apakah setelah kita mengkonsumsi mie instan lantas kita akan kenyang ??? Bahaya apa yang di timbulkan dari mie instan tersebut seperti yang diramaikan saat ini ??

Menyikapi ramainya pemberitaan penarikan dan razia mie instan asal Indonesia yang berada di Taiwan lantaran mengandung E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) yang oleh pemerintah Taiwan dianggap berbahaya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) mengeluarkan pernyataan yang menjamin bahwa mie instan yang sudah terdaftar dan saat ini beredar di pasaran dinyatakan aman untuk dikonsumsi.

Badan POM mengatakan, kehawatiran Taiwan terhadap kandungan bahan makanan yang terdapat dalam produk mie instan asal Indonesia dipandang sangatlah berlebihan. Dijelaskannya, penetapan suatu regulasi dan persyaratan keamanan, mutu dan gizi produk pangan olahan di Indonesia telah mengacu pada persyaratan internasional CAC (Codex Alimentarius Commission) serta berdasarkan kajian risiko. Sehingga mustahil produk mie instan buatan Indonesia bisa membahayakan.

"Sebetulnya yang dipersoalkan adalah kandungan bahan tambahan pangan Nipagin (Methyl P-Hydroxybenzoate) dalam kecap yang terdapat dalam produk mie instan yang fungsinya sebagai bahan pengawet. Padahal kandungannya sudah disesuaikan, sehingga tidak berbahaya," ujar Kustantinah (Kepala Badan POM) saat menggelar jumpa pers di kantornya, Senin (11/10/2010).

Dijelaskannya, pada produk kecap, aturan batas maksimum penggunaan Nipagin yang diizinkan adalah 250 mg/kg. Sementara penggunaan untuk makanan lain seperti ikan dan unggas batas maksimum bahkan bisa mencapai 1000 mg/kg. Sementara pada produk mie instan yang sudah terdaftar di POM, mereka tentu saja menerapkan standar penggunaan yang tidak menyalahi aturan.

Namun di sini dapat dijelaskan, bahan-bahan apa saja yang mesti diwaspadai dalam kandungan mie instan, yaitu :

Bumbu dan pelengkap
Bumbu yang digunakan antara lain adalah MSG atau vetsin. Titik kritisnya adalah pada media mikrobial, yaitu media yang digunakan untuk mengembangbiakkan mikroorganisme yang berfungsi memfermentasi bahan baku vetsin. Sedangkan bahan pelengkap mie instan adalah bahan-bahan penggurih yaitu HVP dan yeast extract. HVP atau hidrolized vegetable protein merupakan jenis protein yang dihidrolisasi dengan asam klorida ataupun dengan enzim. Sumber enzim inilah yang harus kita pertanyakan apakah berasal dari hewan, tumbuhan atau mikroorganisme. Kalau hewan tentu harus jelas hewan apa dan bagaimana penyembelihannya. Sedangkan yeast extract yang menjadi titik kritis adalah asam amino yang berasal dari hewan.

Bahan penambah rasa
Bahan penambah rasa atau flavor selalu digunakan dalam pembuatan mie instan. Bahan inilah yang akan memberi rasa mie, apakah ayam bawang, ayam panggang, kari ayam, soto ayam, baso, barbequ, dan sebagainya. Titik kritis flavor terletak pada sumber flavor. Kalau sumber flavor dari hewan, tentu harus jelas jenis dan cara penyembelihannya. Begitupun flavor yang berasal dari rambut atau bagian lain dari tubuh manusia, statusnya adalah haram.

Minyak sayur
Minyak sayur menjadi bermasalah bila sumbernya berasal dari hewan atau dicampur dengan lemak hewan.

Solid Ingredient
Solid ingredient adalah bahan-bahan pelengkap yang dapat berupa sosis, suwiran ayam, bawang goreng, cabe kering, dan sebagainya. Titik kritisnya tentu pada sumber hewani yang digunakan.


Solid Ingredient
Kecap dan sambal pun harus kita cermati lho. Kecap dapat menggunakan flavor, MSG, kaldu tulang untuk menambah kelezatannya.


Itulah sedikit catatan tentang betapa bahayanya mie instan.

Dalam hal ini yang harus anda perhatikan dan dicamkan ialah...

“Peringatan bagi kita semua bahwa Mie Instan tidak boleh dimasak bersamaan dengan bumbunya karena MSG yang terkandung didalamnya bila dimasak diatas suhu 120°C akan berpotensi menjadi Karsinogen Pembawa Kanker. Perhatikan prosedur penyajian pada bungkus Mie Instan, semua menganjurkan agar masak mie dulu baru ditaburi bumbu atau bumbunya di taruh di mangkok”

Terimakasih... Semoga bermanfaat bagi anda yang membacanya

Minggu, 03 Oktober 2010

Festival Topeng Nusantara 2010


Festival Topeng Nusantara diselenggarakan agar Seni Budaya Topeng Nusantara mendapatkan apresiasi secara Nasional maupun dalam skala Internasional, sebagai langkah nyata memperjuangkan pengakuan Seni Topeng Nusantara sebagai "Warisan Budaya Dunia" (World Heritage) oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Sebagai wujud keprihatinan anak bangsa terhadap kekayaan bangsa yang mulai pupus terseret arus zaman, dan kengerian akan kehilangan identitas sejatinya, sebuah yayasan bernama Yayasan Prima Ardian Tana yang peduli akan pendidikan serta sosial budaya bekerjasama dengan unsur masyarakat pecinta seni budaya mengangkat seni topeng ke panggung nasional melalui kegiatan Festival Topeng Nusantara 2010.

Festival yang akan diadakan untuk pertama kalinya di Indonesia ini  menampilkan serangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak bulan Agustus 2010 dan berakhir dalam puncak perayaan di Cirebon pada tanggal 16 Oktober 2010.

Kegiatan Festival meliputi pengarsipan data topeng di seluruh Indonesia, dengan bantuan pakar budaya dan pakar topeng tradisional. Proses pengumpulan dilakukan dengan data historis yang diambil dari sumber akurat dan didokumentasikan dengan standar internasional.

Ada juga Pemilihan Duta Topeng, pemecahan rekor pembuatan 10.000 topeng yang telah berlangsung di Cirebon bulan September 2010 lalu, serta kirab budaya di sepanjang jalan protokol Cirebon dengan diikuti 1000 peserta. Pentas pagelaran seniman tari topeng bakal mengisi puncak acara festival. Demikian pula dengan peluncuran sebuah buku JEJAK TOPENG NUSANTARA sebagai acuan budaya ke UNESCO untuk menjadikan topeng nusantara sebagai warisan budaya dunia.

Cirebon dipilih sebagai sebuah daerah yang diangkat kekayaan topengnya karena daerah ini dianggap memiliki keragaman topeng Nusantara yang lebih kaya. Festival ini akan mengangkat seni pertunjukan topeng, serta bertujuan mengenalkan kesenian topeng secara fisik maupun secara filosofis supaya tetap lestari sebagai budaya tradisi adiluhung bangsa Indonesia.


Festival ini akan bersifat rutin dua tahunan dan diharapkan menjadi langkah awal usaha pengajuan Seni Topeng Nusantara kepada UNESCO, untuk mendapat pengakuan sebagai warisan budaya dunia yang harus dijaga kelestariannya.



Berikut ini beberapa rangkaian acara yang bisa Anda ikuti: 
"10.000 Topeng Kreatif Buatanku"
Pembuatan 10.000 topeng dalam 1 hari dalam rangka membukukan rekor MURI
Waktu   : Tanggal 3 – 9 Oktober 2010
Tempat : Di Gedung Negara 
"Kirab Budaya Ciayumajakuning"
Acara ini diikuti oleh 3 Keraton, sanggar – sanggar Seni dan seniman – seniman serta komunitas seni Ciayumajakuning yang sangat beragam.
Waktu  : 11 – 16 Oktober 2010
Rute    : Alun–alun Keraton Kasepuhan sampai Gedung Negara.

Ayo kita semua berpartisipasi mensukseskan Festival Topeng Nusantara 2010.