Sabtu, 19 Juni 2010

Menambah Pahala di Antara Piala Dunia

 
Hampir di semua tempat Piala Dunia sedang ramai dibicarakan. Tentu tak aneh jika hal semacam itu pun menjangkiti kita, terutama kaum pria. Apalagi di Indonesia semua pertandingan Piala Dunia ditayangkan secara live, dari yang sore hari, malam hari bahkan ada yang sekitar pukul satu dini hari. Benar tidak?

Untuk pertandingan sore dan malam hari, rasanya tak ada masalah, lagi pula rentang waktu pertandingan pertama dan kedua tak jauh beda. Tapi untuk pertandingan dini hari, oh, oh, selarut itu, tentu untuk menontonnya kita tentu terlebih dahulu mempersiapkan diri : entah tidur dulu dengan menset jam beker agar berbunyi pada waktunya, atau sekalian begadang sambil minum kopi atau teh bersama teman-teman.

Tak ada yang salah dengan apa yang kita lakukan dan sesuatu yang wajar sekali. Tapi, bukan berarti di sini tak ada kesempatan untuk kita menjadi lebih baik, disamping menunggu kick off dimulai.

Coba deh, gunakan kesempatan bangun malam ini untuk mencoba mau shalat meski hanya dua rakaat. Tak sampai lima menit kok, dan begitu pendek dibandingkan duduk dua jam untuk menonton pertandingan bola! Ayolah, setidaknya, selain malam-malam kita bertambah pahala karena shalat, kita juga tambah segar dan sehat setelah membasuh muka berwudlu dan shalat dua atau empat rakaat. Plus lagi, kita pun mendapat jatah doa terkabul, seperti janji Rasul untuk hamba-Nya yang mau tahajjud. Doa sebanyak mungkin, terserah kita! Bahkan kita juga bisa berdoa agar negara peserta yang kita dukung bisa juara piala dunia, hehehe.

Coba bayangkan, jika tiap malam selama piala dunia berlangsung kita rutin shalat tahajjud, meski dua rakaat saja, kemudian satu bulan kita tetap laksanakan shalat tahajjud, lalu setelah itu masuk Ramadlan, kita pun lagi-lagi meneruskan kebiasaan tahajjud kita saat sahur, memungkinkan sekali kan, kita bisa kontinyu melakukan tahajjud dibulan-bulan selanjutnya setelah hari raya, tanpa menunggu siaran pertandingan sepak bola?

Ya, gunakan kesempatan kita sebaik mungkin di sela kegemaran kita, untuk mencapai ridla Tuhan!

Kira-kira nanti malam yang menang mana yaaaaa he..he..he..

Inspirasi : Asheeq Mustafa


Senin, 14 Juni 2010

Sudah Luna... Maya Pula...


“Video mesum seperti yang mirip Ariel-Luna-Cut Tari ini membawa dampak luas, membuat dosa kolektif bagi banyak orang.”
Semua pasti tahu, selain World Cup 2010 atau Piala Dunia yang diselenggarakan di Afrika Selatan, topik yang sedang ramai-ramainya dibahas sekarang adalah gosip video porno yang dinisbatkan ke beberapa artis terkenal. Terlepas dari benar tidaknya kabar itu, sebenarnya secara tak sadar kita yang ikut-ikutan membahas dan meributkan hal itu, telah terlibat dan tercebur dalam satu kesalahan besar yaitu kita terlibat membicarakan aib orang lain (ghibah).  

Ghibah adalah suatu perbuatan yang masuk kategori dosa besar, yang oleh Nabi dideskripsikan layaknya memakan bangkai. Malah oleh Al-Qur'an, pelaku ghibah disamakan dengan kanibal. Itu juga jika memang kabar itu benar, jika salah, maka masuk kategori "Buhtan" yang tak bisa digambarkan lagi kayak apa besar dosanya. Malah, Jika kita melihat dari perspektif yurispridensi Islam, salah-salah yang kita lakukan ini, bisa masuk hukum Qodhf (menuduh orang berbuat zina). Lho kok bisa? Kan di videonya emang dia sama dia kok.

Oke, silakan membela diri, dan itu hak kita. Namun, apakah ada pihak yang bisa menghadirkan empat saksi yang memastikan bahwa pelaku adegan tak patut itu adalah mereka yang bersangkutan? Sebab menuduh seseorang melakukan zina tanpa ada saksi minimal 4 orang, adalah masuk kategori qodhf, begitu pula yang ikut-ikutan membahasnya, dosanya juga ikut kebagian.

Kan ada rekamannya? Dalam hukum Islam, rekaman tak bisa digunakan sebagai bukti. Sebab bisa direkayasa, dan dalam teknologi ini bukan hal yang mustahil, meski para ahlinya menyatakan itu memang mereka.

Catatan sederhana sebelum melanjutkan topik.  Apabila ada orang kepergok gituan, yang mempergoki hanya tiga orang saja, itu tak cukup untuk menyeretnya ke hukuman zina, apalagi jika ini tak ada saksi sama sekali? Lha mereka kan diam saja, berarti mengakui. Tak selamanya kaidah "assukut yadullu alal muwafaqoh" atau diam pertanda setuju, adalah selalu bisa digunakan.  Kaidah ini seperti kaidah-kaidah fiqih lainnya, melihat situasi dan juga kondisional.

Ini jika kita bicara hukum dalam Fiqh. Jika memang benar mereka, itu urusan dia dengan Allah Ta'ala. Sebab yang dia langgar, adalah hak IIlahi, bukan hak adami. Kita tak ada hak ikut-ikutan mencelanya. Bukankah Nabi telah mengarahkan kita untuk tidak mencela saudara muslim sendiri yang sedang diuji tercebur dosa? Bahkan beliau memberikan ancaman, kalau sampai mengoloknya, maka pengolok itu tak akan mati kecuali melakukan hal yang sama! Na'udzu billah. Dan jika kabar itu bohong, alangkah lebih besar lagi dosa kita? Sementara menuduh orang melakukan zina, dan dia tidak melakukannya adalah termasuk satu dari tujuh dosa besar yang menghancurkan semua amal pelakunya.

Kan ini ‘ga ngegosip, tapi menjadikannya ibroh, pelajaran?

Apa? Ibroh, tapi sambil mencibir? Jangan termakan taktik langkah tipuan syetan. Kriteria menjadikan sebuah cerita sebagai ibroh adalah dengan menetralkan hati tak ada perasaan apapun. Sementara kebanyakan kita, masih mudah termakan hal-hal yang memang enak digunjingkan itu. Catatan ini sekali lagi tidak membela artis. Seorang artis, apapun keadaan mereka, semua sudah pada tahu kayak apa dunia mereka, tak perlu dirahasiakan. Artis wa maa adrooka maa artis. Tetapi ada baiknya kita tak usah melibatkan diri ikut-ikutan membahas hal seperti ini.

Tak mengherankan bila beberapa waktu lalu Ulama kita sempat ada yang memfatwakan infotainment haram, ya sebab hal seperti ini. Mereka menginginkan keselamatan kita, sebab kita kerap tak sadar kalau kita sering melakukan dosa besar. Bencana dan krisis yang terus menerus menimpa bangsa ini adalah salah satunya sebab banyaknya dosa besar yang dilakukan, tetapi pelakunya tak sadar kalau dia melakukan !

Dalam deskripsi hadits yang lain, Nabi S.a.w menjelaskan, bahwa di antara bagusnya keislaman seseorang, adalah dengan meninggalkan hal yang tak jadi urusan dia. Apakah berita artis yang sedang tertimpa musibah itu begitu urgennya bagi kita? Sehingga kita ikut-ikutan membahas?

Jumat, 04 Juni 2010

Sambutan Menteri Negera Lingkungan Hidup


SAMBUTAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP PADA PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2010

Assalamualaikum wr. wb,
Saudara-Saudara yang saya hormati,

Kekayaan alam keanekaragaman hayati yang dilimpahkan Tuhan YME merupakan titipan kepada kita semua untuk dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang, oleh sebab itu pemanfaatan hasil bumi serta pengelolaan lingkungan menjadi tanggung jawab kita semua yang tidak terbatas dalam wilayah administrasi suatu daerah bahkan suatu negara. Sehubungan dengan itu, himbauan untuk bersama-sama melestarikan lingkungan hidup perlu terus dikumandangkan.

Mengingat pentingnya menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, maka dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010, Indonesia mengusung tema "Keanekaragaman Hayati, Masa Depan Bumi Kita". Tema ini mengacu pada tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 oleh United Nations Environment Programme yang akan diperingati di Kigali, Rwanda, yaitu "Many Species. One Planet. One Future" serta ditetapkannya tahun 2010 sebagai "Tahun Keanekaragaman Hayati internasional". 

Saudara-saudara yang berbahagia,
Indonesia dikaruniai kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan dimilikinya sekitar 90 tipe ekosistem, 40.000 spesies tumbuhan dan 300.000 spesies hewan. Dengan potensi keanekaragaman hayati yang melimpah merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan bagi pembangunan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keanekaragaman hayati mempunyai peran penting bagi kehidupan umat manusia karena merupakan sumber penyediaan bahan pangan, sandang, papan, dan obat-obatan. Di samping itu, keanekaragaman hayati juga berfungsi sebagai penyedia sumber air, udara bersih dan bentang alam untuk pariwisata.

Nilai ekonomi yang cukup tinggi dari kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia menghasilkan devisa bagi sumber keuangan negara antara lain di sektor industri, pertanian, kehutanan dan kesehatan. Dari segi kegunaan, manfaat keanekaragaman hayati sangat besar untuk keperluan farmaseutika, biofarmaka, herbal, pangan, papan, maupun hias ornamental dan hobi serta penyedia jasa lingkungan. Peluang besar pada industri tanaman hias juga terbuka dengan adanya kecenderungan perubahan pasar dunia terhadap tanaman hias yang mulai beralih kepada tanaman tropis. Di samping itu ada potensi keanekaragaman hayati yang belum digali selama ini seperti keanekaragaman hayati bawah tanah (biodiversity below ground), untuk itu dalam memanfaatkannya perlu adanya penguasaan ilmu dan teknologi dengan melakukan berbagai penelitian dasar maupun terapan.

Dalam dua dasawarsa terakhir, terjadi pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berlebihan sehingga mengancam tatanan dan fungsi ekosistem. Padahal keanekaragaman hayati merupakan unsur pembentuk kelestarian lingkungan hidup yang berfungsi sebagai penopang utama kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia. Demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan, maka pemerintah Indonesia telah meratifikasi Konvensi Keanekaragaman Hayati pada tahun 1994 yang memiliki tiga kegiatan utama, yaitu: 
(1) Konservasi keanekaragaman hayati, 
(2) Pemanfaatan secara lestari dari komponennya dan 
(3) Pembagian keuntungan yang adil atas pemanfaatan sumber daya genetik. 
Dalam kaitan ini, Indonesia masih ketinggalan dalam mematenkan keanekaragaman hayati dibanding dengan negara lain.

Saudara-saudara yang berbahagia,
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan dengan berbagai "gerakan lingkungan hidup". Kami mengajak semua pihak untuk berpartisipasi menjaga sumber daya alam Indonesia terutama keanekaragaman hayati Indonesia agar dapat bermanfaat secara berkelanjutan. Para Pimpinan Kepala Daerah dapat melakukan inventarisasi potensi keanekaragaman hayati, mengembangkan pengetahuan lokal tentang keanekaragaman hayati di daerah masing-masing. Di samping itu juga perlu untuk menginisiasi pemanfaatan jasa lingkungan antara lain untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan pelestarian keindahan alam (landscape beauty preservation). Untuk itu, atas nama Pemerintah Indonesia, kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, maupun masyarakat yang telah melakukan berbagai kegiatan mendukung pelestarian lingkungan seperti melaksanakan kegiatan 3R (reuse, reduce, dan recycle), melakukan penelitian dan kajian ilmiah, upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, efisiensi penggunaan sumber daya alam, energi dan air serta kegiatan lainnya.

Demikian sambutan saya, terima kasih atas perhatian dan kepedulian Saudara-Saudara, mari kita bersama-sama selamatkan bumi kita.

Wassalamualaikum, wr. wb,

Jakarta, 5 Juni 2010
Menteri Negara Lingkungan Hidup,
Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS

Kamis, 03 Juni 2010

Hari Lingkungan Hidup Sedunia




Pada tanggal 5 Juni nanti, kita akan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Peringatan ini mulai dilakukan sejak PBB mengadakan Konferensi Lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1977. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan di bawah kordinasi United Nations Environment Programme (UNEP), yang juga dibentuk oleh PBB pada tahun 1977.

Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) tahun 2010 ini, mengangkat tema “Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan). Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 akan dipusatkan di kota Kigali, ibu kota Rwanda, sebuah negara di Afrika Timur.

UNEP berencana menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (WED) 2010 sebagai perayaan terbesar dalam merangsang kesadaran publik seluruh dunia akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup.
Tema WED kali ini berhubungan dengan pencanangan tahun 2010 sebagai Tahun International Keanekaragaman Hayati (International Year of Biodiversity) dengan COP 10 Convention on Biological Diversity (CBD) di Nagoya, Jepang yang berlangsung pada 18-29 Oktober 2010.

Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan) yang merupakan tema WED 2010 diharapkan mampu mengajak seluruh dunia untuk melestarikan keragaman kehidupan di bumi. Memberikan kesadaran bahwa sebuah dunia tanpa keanekaragaman hayati adalah prospek yang sangat suram. Jutaan orang dan jutaan spesies berbagi bersama dalam satu planet yang sama, dan hanya dengan bersama-sama kita semua bisa menikmati masa depan yang lebih aman dan lebih makmur.

Tunggu apalagi, tidak ada salahnya kalau sekarang kita mulai menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keragaman hayati karena hanya dengan berbagi bersama jutaan spesies lainnya dalam satu planet inilah kita akan mampu meraih masa depan yang lebih baik.

Referensi: www.unep.org/wed/2010/