Rabu, 22 Desember 2010

Hari Ibu




Akhirnya dan rupanya hanya ini yang bisa aku lakukan untuk mengingat dan memperingati hari ibu, ada rasa yang nggak sreg memang, saat sadar ternyata aku memang nggak bisa bergumul dengan romantisme lalu paling tidak bilang: "Ibu! selamat hari ibu...".

Tetapi sosok ibu bagi aku, adalah tetap sebagai orang yang paling aku hormati di urutan pertama. Kemudian jika akhir-akhir ini aku suka merasa belum bisa menjadi anak yang berbhakti di rumah karena belum bisa berkontribusi apapun, maka menuruti perintah beliau paling tidak dapat membuatnya bahagia, atau menyesal karena telah tanpa sengaja meninggikan suara ketika adu argumen bisa sedikit membesarkan hati bahwa saya mungkin tidak sedurhaka itu karena saya menyadari telah melakukan kesalahan besar dengan tidak menghormati beliau.

Ibu... mungkin ibu nggak baca tulisan ini, tapi selamat Hari Ibu ya...

( Terkirim khusus untuk setiap ibu ... )

Ibuku Seorang Pembohong


Dapat message inspiratif sekali dari seorang kawan tentang Ibu, aku share di sini yah…

Sukar untuk orang lain percaya, tapi itulah yang terjadi, ibuku memang seorang pembohong! Sepanjang ingatan saya sekurang-kurangnya delapan kali ibu membohongiku. Aku perlu catatkan segala pembohongan itu untuk dijadikan renungan anda sekalian. Cerita ini bermula ketika aku masih kecil. Aku lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan.

Pembohongan Ibu yang Pertama
Kami sering kelaparan. Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa makan ikan asin satu keluarga. Sebagai anak yang masih kecil, aku sering merengut. Aku menangis, ingin nasi dan lauk yang banyak. Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering membagikan nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak ibu tak lapar.”

Senin, 06 Desember 2010

Selamat Tahun Baru 1432 H



Astagfirullah… Laailaha illa anta subhanaka innii kuntu minazzhoolimiin...

Ya Allah ampunilah segala dosa-dosa dan kelalaian-kelalaian kami menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Karena sungguh Engkau Tuhan Yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.

Subhanallah... Segala puji bagi-Mu Ya Allah atas

Jumat, 03 Desember 2010

Hijrah


" Waktu terus bergulir dan membawa perubahan. Tak ada sesuatu yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri.  Perubahan itu terjadi dengan sendirinya tanpa harus ada campur tangan manusia. "

Beberapa hari lagi kita akan memasuki bulan Muharram, bulan yang menandai datangnya kembali tahun baru hijriyah. Tahun baru hijriyah mengingatkan kita kepada kejadian spektakuler dalam sejarah Islam, yakni peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Sebuah peristiwa bersejarah yang di dalamnya terkandung makna dan keteladanan untuk sebuah pengorbanan sejati yang mengapresiasikan perlawanan akan kebathilan sekaligus sikap konsisten mengutamakan kepentingan misi di atas kepentingan apa pun, meski karenanya harus meninggalkan negeri, harta, sanak dan handai taulan tercinta.