Rabu, 17 Februari 2010

Ayo Berbenah


Anganku sesaat melayang kembali ke masa kanak-kanak. Teringat saat aku kecil dulu, tiap kali hari ulang tahun, aku ingin seluruh keluargaku meningatnya agar dapat merayakannya, minimal memberi ucapan selamat. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, akhirnya perlahan-lahan aku sudah melupakan ritual itu. Tanggal ulang tahunku pun tidak lagi menjadi hal yang istimewa.

Kini apa yang aku lakukan saat usiaku bertambah? Aku berusaha mensyukuri hidup yang diberikan Tuhan dengan segala suka dukanya. Meski hidupku kadang terasa biasa saja, tapi aku sadar bahwa di luar sana masih banyak orang yang hidupnya tidak sama beruntungnya denganku. Seorang kawan pernah mengeluh dan bilang :

“Saya suda bekerja setiap hari, tapi kok tetap begini aja.. kapan kayanya ya …??”.

Wajarkah keluhan itu? Bagi sebagian orang dengan banyak keterbatasan mungkin lumrah tapi rasanya keluhan itu tidak cukup pantas untuk dia ucapkan. Temanku ini boleh dikatakan sukses dalam karirnya, di usianya yang masih boleh dibilang muda, ia sudah mampu memiliki keinginannya, kemana-mana tentengannya selalu blackberry & barang yang tak pernah ketinggalan jaman. Dan yang terpenting adalah keluarganya yang sangat menyayangi dia.. Lalu? Aku iseng jawab keluhannya dengan begini :


”Nggak boleh ngomong gitu ah. Kamu mungkin merasa kurang tapi tahu nggak ada orang lain yang ngelihat, kalau kamu adalah orang yang sangat beruntung. Wiuh, dia itu hebat ya punya Blackberry, uangnya banyak. Bersyukur deh..”.

Temanku hanya cengengesan mendengar jawabanku, mungkin tidak cukup memuaskan. Hmm, tapi di kala lain aku juga tidak sebijak yang aku omongkan seperti di atas. Aku juga pengeluh. Paling sering adalah keluhan :

”Ah, kok pengeluaran banyak sih padahal pemasukkan nggak nambah-nambah”. Aku utarakan hal itu pada sahabat dan seperti biasa dengan gayanyaya dia selalu menjawab pertanyaan picisan saya.

” Namanya orang, sebesar apapun pemasukkannya pasti nggak akan pernah cukup kalau dia selalu menuntut lebih. Dulu cukup naik sepeda sekarang pingin naik motor, sekarang naik motor ingin naik mobil, sekarang punya rumah mungil, ingin rumah besar tingkat, dulu baju nggak ketinggalan jaman cukup sekarang tuntutannya brand minded. Kalau gaya hidupnya terus lihat ke atas ya nggak akan cukup.”

”Hmmm… (aku agak diam tapi sebenarnya masih mikir mau mungkir..he..he..)”

“Nah yang bijak adalah kalau kita diberi kelebihan oleh Tuhan, kita bisa bersikap
sewajarnya. Tidak berlebihan tapi juga nggak pelit-pelit amat. Sesuaikan dengan kemampuan. Jangan latah ikut trend..”

Saya pikir betul juga omongan kawanku ini. Lagi-lagi aku lupa bersyukur. Masih berbicara dengan bertambahnya umur.. ya itu tadi, rupanya masih banyak kekurangan yang ada di diri ini salah satunya adalah kurang bersyukur. Ya, bukankah Tuhan sudah begitu baik kepadaku. Aku telah banyak diberi anugerah, keluarga yang selalu mendukungku, sahabat-sahabat yang baik hati dan selalu menghibur, rezeki yang diterima, kesehatan, semuanya yang tak bisa aku sebutkan satu persatu.

Maka Tuhan pasti akan marah dan kecewa jika aku tidak membuat itu semua menjadi jauh lebih baik. Aku harus berbenah sekarang mulai sekarang. Ada satu hal lagi yang aku sangat cintai dan itu adalah salah satu pemberian Tuhan yang paling berharga. Aku diberkahi dengan sifat humoris, aku bisa menertawakan kesalahanku agar dapat segera memperbaikinya di lain waktu. Tak ada dalam kamus untuk bersedih waktu yang lama. Maka aku memandang hidup ini indah.., indah sekali, seperti semburat oranye yang mengintip di sela-sela awan ketika senja.. Ayo berbenah.., berbenahlah mulai dari sekarang...


Artikel menarik lainya:

Tidak ada komentar: